Selasa, 06 September 2011

Tanjung Selor - Bulungan

Sharing cerita perjalanan kali akan mengangkat wajah kota Tanjung Selor sebagai ibukota kabupaten Bulungan propinsi Kalimantan Timur. Jarak dari desa Sekatak Buji kecamatan Sekatak hunian saya saat ini adalah sejauh +120 km. Tulisan cerita perjalanan kali ini adalah perjalanan yang saya lalui pada hari minggu silam atau H-2 hari raya idul fitri 1432 hijriah. Tujuan ke kota kabupaten kali ini adalah untuk berbelanja kebutuhan lebaran, sebagai tradisi semua umat muslim untuk merayakan hari kemenangan.

Sinar mentari belum menyengat, bahkan belum mampu mengusir kabut pagi diantara pepohonan di kiri kanan jalan poros trans Kalimantan, ketika saya dan bersama beberapa orang teman menerobos keheningan pagi menuju kota Tanjung Selor. Kondisi jalan masih mengharuskan pengemudi ekstra waspada, karena di beberapa titik terdapat longsoran yang membuat badan jalan menjadi berkurang lebarnya. Juga beberapa lokasi yang terdapat kondisi jalan telah rusak berat dan akan semakin parah jika di musim hujan, kemudian kondisi aspal yang telah tergerus dan berlubang.


Sepanjang perjalanan hanya tampak lahan kosong yang tak terlihat lagi pohon-pohon dengan tampuk besar, areal sepanjang perjalanan adalah bekas tebangan yang kini telah berubah menjadi lahan kosong dan juga lahan tidur. Hanya ada beberapa lokasi, lahan-lahan tersebut berfungsi sebagai kebun warga sekitar, meski luasnya tak seberapa. Di beberapa lokasi juga tampak hamparan kebun kelapa sawit yang masih berusia muda. Selain itu, tentu saja pemandangan perkampungan di pedalaman Kalimantan dapat menjadi alternatif pandangan anda selama perjalanan. Di antara perkampungan yang dilalui diantaranya kampung Mentadau, Bengara dan Pimping. Ketika akan memasuki kota Tanjung Selor tepatnya dekat jembatan teras terdapat aliran air gunung yang dialirkan dari sebilah bambu. Para pengendara yang melewati jalan ini biasanya berhenti sejenak untuk sekedar beristirahat atau membersihkan wajah dengan air yang sejuk dan bening ini.


Memasuki kota Tanjung Selor dimulai dengan melewati jembatan sungai Kayan yang menghubungkan kecamatan Tanjung Palas dan kota Tanjung Selor. Tanjung Palas merupakan kecamatan dimana kesultanan bulungan dulunya mengelola kerajaannya. Di lokasi ini juga terdapat museum untuk menyimpan benda-benda peninggalan kerajaan Bulungan.


Kota Tanjung Selor adalah kota yang tenang dan nyaman. Kota dengan penduduk kisaran 20.000 jiwa ini sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. Belum terlihat bangunan-bangunan tinggi di kota ini, namun jalan-jalan yang lebar dan bersih tampak asri karena volume kendaraan yang melintas tak terlalu ramai di kota ini.


Salah satu pusat keramaian di kota ini adalah pasar induk. Disinilah aktivitas masyarakat terkonsentrasi. Walau hanya sebuah pasar tradisional dengan jumlah kios yang tak terlalu banyak tetapi berbelanja di pasar ini terasa nyaman. Lantai bangunan pasar yang berkeramik, area parkir kendaraan yang luas dan taman kecil di bagian depan pasar dapat menciptakan kondisi pasar menjadi terlihat asri dan teduh.


Beberapa alternatif lokasi wisata di kota ini adalah tepian kota, karena kota Tanjung Selor merupakan kebudayaan sungai, tentu saja kita dapat berkeliling kota di jalan ini dengan view landscape bantaran sungai yang membentang. Warga kota juga biasa berlibur ke batu putih Tanjung Palas, sebuah bukit batu kapur berwarna putih dengan paduan relief-relief yang indah. Terdapat anak tangga menuju puncak bukit yang terjal. Dari puncak akan terlihat hamparan kota Tanjung Selor dan sungai Kayan tentunya. Batu putih atau gunung putih dipercaya masyarakat sebagai tempat bertafakkurnya sultan Bulungan di masa lalu.

Selain gunung putih, terdapat lokasi wisata air terjun Long Pin dan air terjun Idaman di Km 18, sumber air panas Sajau dan juga sungai-sungai khas pedalaman yang bisa anda jadikan lokasi untuk berarung jeram, salah satunya adalah sungai giram di kecamatan Peso.

ooOoo



Legenda Puteri dalam Telur


Jika anda menyusuri jalan utama kota ini di salah satu pertigaan ada sebuah tugu dimana diatas tugu  tersebut dibentuk sebuah patung telur pecah dan di dalamnya berdiri seorang puteri. Konon, puteri tersebut adalah mitologi warga yang merupakan cikal bakal berdirinya kesultanan Bulungan.


Tersebutlah legenda kepala adat suku dayak Kayan yang tinggal di hilir sungai Kayan. Hingga usianya telah lanjut sang kepala desa belum juga dikaruniai keturunan. Pada suatu hari sang kepala adat pergi berburu ke hutan. Di dalam hutan sang kepala adat tersebut menemukan sebutir telur dan sebilah bambu, yang kemudian dibawanya pulang dan diletakkan di dekat perapian dapur rumahnya. Keesokan harinya kedua benda tersebut berubah manjadi dua sosok bayi mungil. Bayi laki-laki dan bayi perempuan. Kejadian ini disebut sebagai bulongan yang berarti bambo dan telur, yang pada akhirnya menjadi nama Bulungan. Kedua bayi mungil tersebut dipelihara hingga dewasa dan dinikahkan. Keturunan dari pasangan inilah yang kelak menjadi sultan Bulungan.


Legenda, tetaplah menjadi cerita. Tak perlu mencari kesahihan dan maraji’nya. Legenda, biarlah menjadi kekayaan budaya yang hampir punah meski di tanah asal muasal lahirnya kebudayaan itu sendiri. Tulisan yang saya tulis bersumber dari cerita seorang teman yang berasal dari kota kecamatan Tanjung Palas, yang bertutur selama perjalanan menyusuri jalan di kabupaten Bulungan. Tentu saja saya tambal sulam dengan referensi cerita dari sumber lainnya. Kepada teman-teman yang memahami cerita dibalik tugu dengan bantuk patung telur dan puteri yang terdapat di perempatan jalan di kota Tanjung Selor, saya persilakan untuk merevisi jika cerita yang saya tulis ini masih terdapat kekeliruan.


ooOoo


Hari telah sore, saya dan bersama teman-teman bergegas kembali ke desa tercinta, Sekatak Buji. Satu hal yang dapat saya simpulkan, bahwa peradaban di daerah ini telah ada begitu tuanya. Namun tak terlihat ada pembangunan yang selaras dengan kekayaan budaya apalagi kekayaan alam daerahnya. Entahlah.


 ooOoo

Album Tanjung Selor :
Tanjung Selor....Kota yang nyaman
Pasar Induk Tanjung Selor
Tugu Puteri Dalam Telur
Crown Palace Square
Jalan Raya Kota Tanjung Selor
ooOoo
Artikel Terkait
Comments
23 Comments

23 komentar:

  1. ...saya belum pernah ke Tanjung Selor,tp membaca tulisan ini seakan2 saya pernah kesana,karena nama2 Kampung yang disebut penulis tidak asing bagi saya, sekedar saran saja,dalam penulisan nama tempat/daerah hendaknya menggunakan huruf kapital sesuai kaidah EYD...biar membacanya jadi tambah asyik...saya belum pernah ke Tanjung Selor,tp membaca tulisan ini seakan2 saya pernah kesana,karena nama2 Kampung yang disebut penulis tidak asing bagi saya, sekedar saran saja,dalam penulisan nama tempat/daerah hendaknya menggunakan huruf kapital sesuai kaidah EYD...biar membacanya jadi tambah asyik

    BalasHapus
  2. Terimakasih banyak sobat sarannya. aku memang harus banyak belajar untuk EYD, ntar kalo ke kota aku cari buku EYD deh sob, sesuai saran teman2 lain juga...(*segera mengedit tulisan)

    BalasHapus
  3. wahhhh,,, suasana Tanjung Selor hampir sama kayak d Tarakan ya,, cuma bedanya agak sepi ja, apa krn dah d tggl mudik ma penghuninya???
    Emmmm,,,, 2 tahun lebih d Sekatak dan Tarakan hanya mentok sampai Trans Pimping, Tidung Pala & Nunukan,,,, masih banyak yg belum d singgahi............ :'( :'( :'( :'(

    Tetep Semangat,, krn Allah SWT msh memberi nikmat sehingga ak bisa melihat Tarakan, Sekatak, Trans Pimping, Tidung Pala & Nunukan.. krn tdk semua orang d beri nikmat itu,, Alhamdulillah,, (Curhat.com hehehe....)

    BalasHapus
  4. Penduduk Tarakan 200 ribu jiwa loh, sementara Tanjung Selor hanya 20 ribu jiwa. Tg. Selor lebih sepi mbak nov, maka dari itu jalan tampak lengang. Spot keramaian hanya terkonsentrasi di Pasar Induk dan Puja Sera. Tapi jangan salah, banyak mobil pribadi nongkrong di area parkir. Kalau berbelanja di beberapa pertokoan khususnya toko pakaian, musti meletakkan alas kaki di depan pintu masuk, hohoho.

    Terimakasih jejaknya mba nov....

    BalasHapus
  5. jdi ingat tempat KKN d Teras Baru tahun 2010 eh,, kangen sya pengen kembali k Tjs,, sip bro mantaf postinganx,,

    BalasHapus
  6. Terimakasih sobat telah berkunjung.

    Iman Rabinata

    BalasHapus
    Balasan
    1. ana_okt@yahoo.com15 Maret 2012 14.11

      sangat menarik, meski sy belum pernah dan msh asing tentang tanjug selor tapi dengan membaca dan melihat gambar paling tidak sedikit ada gambaran, bisa minta bantuan informasi lengkap tentang tanjug selor, misalnya jumlah bank, transportasi menuju kesana, insya allah sy akan bertugas di tanjug selor. terimakasih.

      Hapus
    2. Terimakasih Ana telah berkunjung. di Tanjung selor setahu saya hanya BRI dan BPD Kaltim yang beroperasi, namun Anjungan Tunai Mandiri yang ada dapat melayani transaksi finansial karena telah berfungsi sebagai ATM Bersama. Transportasi menuju Tanjung Selor dapat melalui kota Tarakan. Jika anda landing di Tarakan, perjalanan anda dapat dilanjutkan dengan menggunakan transport darat berupat angkot,ojek atau taksi dari bandara menuju pelabuhan Tengkayu II atau SDF (nama pelabuhan terdahulu). Saya sudah lama tidak berkunjung ke Tanjung Selor melalui jalur ini, sehingga saya tidak bisa memberikan update harga transport air Tarakan - Tj. Selor. Dari pelabuhan laut Tengkayu anda dapat membeli tiket speed boat di halaman pelabuhan. Ingat, beli di counter resmi ya. Pelabuhan Tengkayu II cukup baik, anda akan diarahkan oleh suara informan yang akan menerangkan kondisi pelabuhan, mirip seperti di bandara udara. frekwensi keberangkatan boat cukup banyak, sehingga tak terlalu kuatir akan kehabisan seat. waktu tempuh Tarakan - Tj. Selor sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan. InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan melakukan perjalanan dari Tarakan menuju Kab Berau dan melalui rute ini, nanti akan saya share lebih detailnya mengenai update kondisi dan harga untuk transportasi tersebut. semoga membantu, have fun ya..

      Hapus
  7. Sudah 3 tahun lebih saya tinggalkan tg selor, tp dngan melihat foto2 yg anda tampilkan sedikit mengobati rasa rindu sya ama BULUNGAN. THANK"S YA KAWAN

    BalasHapus
  8. Terimakasih juga sudah mampir ϑî laman saya. Tanjung Selor, kota yang tenang dan nyaman.

    Iman Rabinata

    BalasHapus
  9. saya tidak bisa komentar, karena sya belum mengerti tetang penulisan dan segala,aq cuma bisa bilang blognya bagus aq jadi kangen dengan sekatak....ok mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulis apa saja tidak apa-apa koq. Terimakasih sobat sudah berkunjung, apa kabar keluarga di sana? semoga selalu sehat dan baik-baik semua.

      iman rabinata

      Hapus
  10. I've been there too. Gotta funny moment while using small plane........hurry up...hurry up go to the plane coz will take off.

    BalasHapus
    Balasan
    1. I'm so glad that my article read by you. nice to meet you here. Thank you.

      Hapus
  11. masyallah dengan membaca tulisan di atas dan melihat gambarnya rasa kangen saya dengan kota itu kota yang saat dulu pernah saya singgahi saat masa kecil saya di jlarai kM2 tanjung selor Kab.Bulunagan dan memang benar dsana itu kota yang penuh ketenangan dan kenyamanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, semoga akan terus menjadi kota yang tenang dan nyaman ya, meski multi etnik yang mendiami kabupaten ini. Terimakasih.

      Hapus
  12. TANJUNG SELOR UDAH CANTIK YA...25TAHUN YG LALU NGGA GITU DEH GAMBARX, BYK RUMAH DIPINGGIR SUNGAI...ITU FOTO2 DAERAH MANA YA...KOK CANTIK SEPERTI KOTA BANGET, NABUNG AH...MW LIAT2 TANJUNG SELOR LAGI...ADA PENGINAPAN ATW HOTEL KAN???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung. Photo2nya saya ambil dalam sebuah perjalanan, jadi dari mobil saja. semua photo adalah pemandangan yang akan mudah kita jumpai di seputaran kota Tanjung Selor. Untuk penginapan sudah banyak koq, tidak perlu kuatir. Terimakasih. Salam Kenal.

      Hapus
  13. Senang rasanya bisa mendapat informasi tentang Tj Selor. Kebetulan ada rencana kesana dalam waktu dekat ini. Saya boleh mendapat informasi karena dari perjalanan ke Tj Selor ini akan diawali dengan perjalanan ke Berau dahulu by airplane from Balikpapan, kemudian disaranin untuk lewat darat ke Bulungan. Boleh dapat informasi, butuh berapa lama perjalanan Berau ke Bulungan dan bagaimana dengan kondisi jalannya? Thank you so much.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari Berau menuju Tanjung Selor dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan darat tanpa istirahat. moda transportasi menggunakan mobil travel jenis minibus seperti avanza atau kijang. tarif 70-80 ribu rupiah *lupa. terimakasih.

      imanrabinata

      Hapus
  14. apabila landing di tarakan, bisakah perjalanan lewat darat ke tanjung selor dan berapa lama? mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa sobat, karena Tarakan adalah kota pulau. selain via speed boat, bisa juga menggunakan pesawat udara kapasitas kecil. Terimakasih.

      Hapus
  15. yeanne patrick rafael22 September 2014 01.37

    Wowww, blog yang sangat informatif, i really appreciate it, tgl 23 sept 2014 sy akan ke tanjung selor namun sebelumnya belum pernah ke sana, mohon info ttg penginapan nyaman dan akses transportasi dalam kotanya,, oh ya kenapa background blognya rumah gadang? Emangnya mas Iman berasal dari tanah minang ya,,? Kl bener jawabannya seneng sekali sesama orang minang bisa ketemu di tanjung selor

    BalasHapus