Selasa, 26 April 2011

Bali

Bali - Indonesia

Pulau indah ini mendadak menjadi menyeramkan pasca terror bom yang mengguncang wilayah padat Kuta yang terjadi pada 12 Oktober 2002 lalu kemudian disusul tahun 2005 silam. Tidak hanya di Kuta tapi juga kawasan Jimbaran. Korban tewas mencapai 202 jiwa dan 209 orang terluka, korban tidak hanya dari wisatawan manca tetapi juga warga pribumi. Bom Bali, kenangan pahit itu masih terngiang saat aku menatap lokasi ledakan tersebut yang kini dibangun sebuah monumen peringatan peristiwa kelam itu. Kunjungan wisatawan mendadak menurun, tentu saja berdampak pada perekonomian daerah yang bergantung pada sektor pariwisata. Informasi ini aku dapatkan dari bincang-bincangku dengan seorang ibu paruh baya berkerudung jingga yang menjajakan makanan untuk moslem di pantai kuta. Kini, Bali kembali bergeliat.

Kuta di siang hari

Bali begitu eksotis, begitu dewasa. Bali, bagaikan seorang wanita muda yang sadar akan anugerah Tuhan akan kecantikannya dan memoles anugerah itu dengan sentuhan seni bercita rasa yang tinggi. Bali, sungguh menggoda jiwa. Pulau sepanjang 153 km ini, begitu sempurna dengan geo dan demografi yang berpadu. Pulau yang lebih dari 90% warganya adalah penganut agama hindu ini memiliki pariwisata alam dan seni budaya yang begitu indahnya. Pantai di pulau ini memiliki keindahan yang berbeda antara satu dengan pantai lainnya, semua pantai memiliki kekhasannya tersendiri. Pulau ini memiliki 2 (dua) buah gunung berapi yang pernah meletus (baca ; aktif) dan 2 (dua) gunung yang tidak aktif. Panorama gunung ini berpadu dengan keindahan danau dengan air yang jernih. Hamparan sawah yang menghijau, sungai yang melintas, hutan dengan kera yang begitu jinaknya dan juga adat budaya Bali yang begitu kentalnya. Warga Bali kunilai sebagai penganut agama yang taat beribadah. Bali oh Bali, seperti tak cukup kata menuliskan keindahanmu.

Okie House Poppies Lane II Kuta

Lokasi pertama yang aku kunjungi adalah pantai Kuta. Teringat lagu lawas dari Andre Hehanusa tentang pantai yang dipenuhi wisatawan manca ini. Kawasan Kuta sungguh ramai dan padat. Pantai ini berada persis di sisi jalan raya satu arah. Di pantai ini tampak beberapa hotel mewah dan juga penginapan murah. Penajaja makanan lokal juga mudah ditemui di antara restaurant dan café yang hingar bingar. Memilih lokasi Kuta sebagai hunian sementara cukup beralasan, selain dekat dengan airport ngurah rai, juga tak terlalu jauh dengan terminal ubung Denpasar. Kuta, seolah tak pernah tidur. Di kawasan Poppies, gang yang menjadi tempat berkumpulnya backpacker lokal dan manca merupakan kawasan padat yang begitu riuh. Di salah satu sudutnya adalah penginapan Okie House yang bersih dan strategis. Strategis, karena fasilitas yang dibutuhkan oleh traveler sungguh membantu, terdapat ATM Bank Mandiri dan BCA di halaman penginapan, minimart Circle K dan juga warung internet. Di gang ini mudah ditemukan jasa penyewaan kendaraan bermotor dan kios-kios merchandise tentunya. Hanya saja, suara bising dari bar tetangga terasa mengganggu. Buatku, dibikin enjoy saja. Okie House di gang Poppies II aku rekomendasikan buat anda, nominal yang harus dirogoh berada di harga Rp. 150.000,- per malam dengan view seperti tampak pada gambar.

Kuta di pagi hari


Berada di kuta serasa tak berada di negara sendiri, karena begitu banyak turis yang seliweran disini. Siang  hari dengan cuaca yang cerah, hanya tampak beberapa wisman yang berjemur di bibir pantai, wisatawan domestic lebih banyak bersantai di tepian yang dirindangi pepohonan sambil menikmati hidangan beraneka rasa yang tersedia di setiap ruangnya. Jika sore hari barulah tampak wisatawan domestic memadati tepi pantai untuk bermain air laut yang bersih. Terlihat beberapa surfer berselancar di gulungan ombak yang menghantar mereka ke tepi. Jika wisatawan asing terlihat menikmati sinar matahari dan berselancar, masyarakat kita terlihat cenderung ingin berpose dengan turis-turis manca tersebut. Jika anda ingin melihat Kuta dalam keadaan yang tidak ramai, kunjungilah pantai ini di pagi hari. Pantai terlihat segar dan hening.

Tanah Lot

Dengan merental satu unit kendaraan roda dua  (IDR Rp. 50.000,- per 12 jam,)di kawasan Kuta, berbekal dengan handymap yang banyak dijual di minimarket ataupun travel agent, aku menyusuri beberapa lokasi yang menjadi destinasiku kali ini. tak terlalu sulit menemukan objek wisata di pulau ini, setiap jalan selalu ditemukan papan petunjuk arah, sehingga meskipun baru pertama kali berada di pulau ini, dan hanya seorang diri, tak terasa menyulitkan menemukan lokasi yang dimaksud. Lokasi pertama yang aku kunjungi adalah kawasan tanah lot dengan keunikan pura di tengah lautnya. Tentu saja sunset di selatan pulau ini menjadi target beberapa wisatawan karena indahnya. Menuju lokasi ini harus melewati hamparan sawah yang luas dan menghijau, jalan raya dengan kondisi yang baik, memuluskan perjalanan menuju pantai yang viewnya yang kerap kita lihat di kartu pos ataupun kalender nasional kita. Saat mengunjungi pura laut ini, tampak umat hindu dari kabupaten tetangga tengah beribadah di lokasi ini. suasana menjadi hening dan damai.

 Sanur


Sanur. Pantai ini tidak kalah famousnya dengan Kuta. Saat mengunjungi pantai ini, pasir pantai terlihat becek, karena hujan semalam. Airpun saat itu sedang surut, jadinya tak terlalu indah dipandang. Beberapa pondok yang dibangun di tepi pantai bisa dijadikan alternative bersantai. Wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini tak sebanyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta. Namun, nama Sanur masih menjadi top rank tujuan wisata pantai di pulau ini.

 Jimbaran

Nama pantai ini tak mungkin terlupa, karena kawasan ini pun menjadi target pengeboman selain pantai Kuta beberapa tahun silam. Tampak tempat peristirahatan lengkap dengan payung berukuran besar di tepi pantai. Jimbaran, juga terkenal dengan restaurant dengan deretan meja yang panjang menyajikan makanan laut yang segar.

 My Fav Beach ; Nusa Dua

Tak salah bila kawasan ini dijadikan tempat pertemuan beberapa tamu penting kenegaraan. Pantai nusa dua bali memang berbeda dari beberapa pantai lain yang ada di pulau bali. Ombaknya tenang, airnya jernih serta pasir putih yang terjaga kebersihannya. Pantai inipun berada di sisi taman yang luas, hijau dan rindang. Suasana yang sangat berbeda dari umumnya pantai di pulau dewata yang selalu ramai dan riuh. Pantai nusa dua bali, begitu tenang dan menyejukkan.

Kintamani

Diantara banyaknya pilihan wisata di pulau ini, Kintamani adalah bagian yang tak terlewatkan dari beberapa agen perjalanan untuk memasukkan lokasi ini sebagai salah satu destinasi wisatanya. Kawasan indah dimana di lokasi ini kita dapat menyaksikan kegagahan gunung batur dan gunung agung sebagai dua gunung yang pernah meletus di pulau ini. juga menikmati ketenangan danau batur di tengahnya. Kintamani juga terdapat beberapa restaurant yang menyuguhkan view landscape bak lukisan alam itu. Dan aku mengagumi Si ‘pelukis agung’ itu.

Danau Batur

Target kali ini adalah pura hulundani batur, pura yang tidak begitu terkenal diantara banyak pura di pulau Bali. Kita mungkin lebih mengenal pura besakih sebagai pura terbesar, ada juga pura ulundanu di danau beratan, juga pura uluwatu di tebing curam pecatu. Namun pura hulundanu batur, hanya sebuah pura kecil yang tak begitu ramai. Untuk ke lokasi ini aku memerlukan guide lokal, Bli komang namanya, berasal dari daerah ini (Kintamani). Terasa asing menurutnya ketika aku inginkan pura kecil tersebut. Namun, semua akhirnya berjalan lancar sesuai mauku (dan kehendakNya tentunya).

 Desa di tepi danau Batur

Dari kintamai kita menuruni jalan dengan kelerengan curam, namun dengan kondisi jalan yang baik beraspal. Sepanjang perjalanan, serasa berada di lokasi video klip lagu-lagu gambus jaman TVRI dahulu kala. Yah, karena sepanjang jalan tampak bebatuan kasar, seperti batu karang di sisi-sisi jalan beraspal ini, pepohonan yang tak begitu rindang, memudahkan mata melihat kejernihan air danau di kaki gunung agung nan agung tersebut. Singgah sebentar di tepian danau, untuk menikmati kehangatan sumber air panas yang dikelola dengan sangat apik.

Bli Komang @ Pura Hulundanu Batur

Perjalanan dilanjutkan ke bagian paling ujung danau ini. kita melintasi sebuah desa yang cukup padat, rumah penduduknya tak banyak memang namun terkesan ramai. Tampak hamparan kebun sayur seperti kol dan sawi begitu suburnya di tepi danau. ‘masyaAllah, indah nian desa ini’, aku bergumam dalam hati. Tibalah aku di pura yang aku maksud. Berbeda dari beberapa pura yang aku kunjungi sebelumnya, pura ini memang sepi, tak ada seorangpun yang tampak beraktivitas ibadah di pura ini. entah, mungkin saja karena lokasi ini jauh atau mungkin ada aturan lain tentang keagamaan yang mengaturnya. Pura kecil di tepi danau, aku membiarkan sahabat baruku itu bersembahyang sejenak, ketaatan umat hindu disini membuatku iri akan keyakinan beragamanya.

Kabut tebal @ dataran tinggi Batur


Dari lokasi ini, aku diajak sahabat baruku itu menaiki tanjakkan yang amat-amat curam. Ia menginginkan aku menyaksikan danau dari lokasi yang berbeda, yah…… sangat curam, jalan setapak tapi beraspal, kita menaiki daerah ini dengan konsentrasi tingkat tinggi. Rawan, karena kalau tidak, bisa jatuh ke jurang kalau tidak mahir memainkan gas dan kopling tangan. Jokiku kali ini memang dahsyat, jalan berkelok, sempit dan sangat menanjak ia lalui bak seorang raser.  Tempat yang dimaksud telah sampai, hanya sepetak tanah datar selebar kurang lebih 10 meter.  Namun kita tak terlalu beruntung, karena saat itu kabut tebal menyelimuti daerah tersebut, padahal di bagian danau tadi dan sepanjang perjalanan, cuaca sangat cerah. Kita istirahat sejenak, sambil menunggu kabut tebal ini berakhir, tampak samar terlihat sebuah desa di bawah sana dengan keindahanan danau baturnya, meski tak terlalu jelas, namun keindahan desa kecil nan permai itu terlihat sungguh menawan. Aku menyukai kondisi ini, berada di ketinggian, dengan kabut tebal yang menyelimuti, seolah berada diatas awan. Di sini kita bertemu dengan seoang petani tomat yang hendak membawa hasil taninya ke kota, tomat yang ini berukuran jumbo. Lebih besar dari buah mangga. Mungkin karena kesuburan tanah di lahan ini. puas mengunjungi lokasi ini, kita pun beranjak pergi, tentu dengan kenangan dan kepuasan tak ternilai yang masih membekas menjadi memori indah.

@ Ubud


Kelar mengeksplorasi keindahan danau batur dan desa di sekitarnya, perjalanan dilanjutkan ke Ubud, kita melihat sejenak sawah bertingkat khas petani Bali. Ternyata lokasi ini ramai oleh pengunjung, tepat berada di pinggir jalan raya, sangat memungkinkan para wisatawan berhenti sejenak menikmati keindahan panorama yang berbukit. Bali, sekali lagi membuatku berdecak kagum, bagaimana tidak, ‘hanya’ sebidang tanah yang dibuat bertangga dan ditanami padi bisa menarik minat wisatawan untuk mengabadikan lokasi ini. indah memang, sangat indah. Akupun tak melewatkan lokasi ini, untuk memanjakan mata yang memang keseharianku lebih banyak memandangi layar 14 inch dengan rangkaian font dengan beraneka bentuk. Memandangi hijaunya alam ini, sekan menyadarkanku akan begitu pentingnya keseimbangan dalam hidup ini.

Monkey Forest

Tak jauh dari lokasi ini, kita menyempatkan untuk berkunjung sejenak ke monkey forest. Sebenarnya aku tak terlalu tertarik dengan lokasi ini. maklum, karena aku asli Kalimantan yang memang lebih banyak hutannya daripada pemukiman. Aneka ragam binatang tak terlalu sulit dijumpai di daerah asalku. Namun, karena sahabat baruku ini begitu bersemangat, akhirnya aku iakan saja. Selama di lokasi wisata, bli komang begitu bersemangat mengambil gambar. Ia aku biarkan merekam setiap langkah perjalananku kali ini. ia begitu menikmati suasana hutan yang dihuni banyak sekali kera yang tampak jinak. Aku hanya duduk-duduk saja seraya memperhatikan pola tingkah wisatawan asing yang begitu tampak asyik bercengkerama dengan kera-kera jinak. Mereka begitu terlihat natural saat berinteraksi dengan binatang-binatang tersebut.

Uluwatu

Lokasi lain yang aku hampiri adalah pura uluwatu. Pura yang berada di tebing tinggi di mana tampak air laut nan biru di bawah tebing. Air laut yang terlihat indah dari atas tebing, semakin membuatku harus berucap puji atas karunia yang telah diberikanNya kepada umat di bumi ini. sangat indah. Di pura inipun terdapat banyak kera yang tampak bermain di jalan-jalan dan pepohonan. Kera di lokasi ini dikenal usil. Binatang ini seperti terlatih untuk mencuri barang bawaan para pengunjung, seperti kacamata, ponsel,  handycam, camera, tas dan apa saja yang kita bawa. Jika barang bawaan yang dicuri tersebut bernilai tinggi, kita bisa meminta bantuan pawang untuk membantu mengambilkan barang dari si kera pencuri tadi. Terkesan diskenario. Karena ketika barang bawaan tersebut telah didapatkan dari bantuan sang pawang, tentu saja ada nominal yang harus dikeluarkan sebagai tanda terimakasih. Tidak harus mungkin, tapi sepertinya ‘harus’…haha.

Masih banyak lokasi wisata yang bisa dijadikan alternative berlibur anda, masih ada pantai Lovina, pantai Legian, pantai padang-padang yang menjadi lokasi pengambilan gambar dalam film Julia Robert, Pantai Dream Land, Tanjung Benoa, Pulau Nusa Penida, Lokasi belanja di Joger, pasar Sukawati, pusat kerajinan perak Celuk, Objek wisata Bedugul dengan danau beratan dan pura ulundanunya, Pura Taman Ayun yang merupakan pura peninggalan kerajaan mengwi, cagar alam dan budaya Alas Kedaton, kemudian ada balai peninggalan kerajaan Klungkung Kerta Ghosa, panorama bukit Jambul di kaki gunung agung, hingga pura Goa Lawah yang dijaga oleh ribuan kelelawar serta jangan lupa untuk menyaksikan keindahan Pantai Kusamba dengan aktivitas nelayan pembuat garam. Jika anda penikmat seni budaya, jangan lewatkan untuk menyaksikan eksotisnya Tari Barong. Banyak sekali bukan?, sehingga keberadaanku yang hanya Lima hari empat malam di kawasan padat wisata ini jelas tak cukup untuk memborong semua sisi pulau indah ini.

Terimakasih untuk teman-teman yang telah memberikan informasinya hingga memudahkan perjalanan kali ini. untuk Bli Komang, semoga kita bertemu lagi di lain waktu, Untuk mba Wiwien atas rekomendasi jasa jemput bandara PakDhenya, untuk Rizky Aulia Akbar atas bantuan online informasi pulau Bali, semoga Tuhan membalas kebaikan sahabat semua.

Artikel Terkait
Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. thx uda shre ya mas.....
    perjalanan yang menyenangkan di bali ya????

    BalasHapus
  2. luar biasa..masya Allah. sangat indah pemandangan alam tersebut. Lukisan Allah.

    Ssalam kenal lewat blog mas Iman.

    BalasHapus
  3. Rizki : perjalanan yang menyenangkan tentunya, terimakasih mas....
    Pak Dildaar Ahmad : terimakasih sudah mampir pak, senang bisa kenal dengan Bapak, banyak ilmu yang saya dapat dari Bapak. semoga kelak kita bisa bertemu tatap muka. salam.

    BalasHapus
  4. hehheheheheh bagus ceritamu mas

    BalasHapus
  5. jika anda membutuhkan kendaraan+supir+bbm untuk berkeliling-keliling bali, silahkan menghubungi kami
    kami menyediakan jasa ren car termurah dibali, silahkan hubungi kami di : 081936256793
    e-mail: biroperjalananwisata@yahoo.com

    BalasHapus
  6. Terimakasih Tulus, Terimakasih juga untu Boy. Salam.

    BalasHapus