Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2018

Seputaran Mess PT. Intracawood Mfg – Sekatak


Seputaran Mess PT. Intracawood Mfg – Sekatak


Edisi kali ini adalah photo-photo yang diambil saat pagi di sekitaran Mess PT. Intracawood Manufacturing Camp Sekatak, masuk wilayah Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.


Photo pertama di bawah ini adalah lokasi camp tampak dari kejauhan. Diambil saat jalan-jalan pagi di jalan poros trans Kalimantan. Ikut tertangkap kamera adalah sepasang burung rangkong yang juga sedang menikmati matahari pagi.




Kamis, 19 Oktober 2017

Brugia Malayi



Brugia Malayi

Bpk. Tulus

Brugia Malayi, baru dengar? Iya, sama. Bagus yak, jadi kepikiran nanti kalau anakku yang ke dua lahir, nama ini bisa dijadikan kandidat. Nicknamenya bisa Brug, atau Brugi. Tapi kalau Brug, kayak suara nangka jatuh dari pohon. Ngga bagus. Kalau Brugi, kayaknya susah ejaannya, ujung-ujungnya malah dipanggil rugi. Apalagi kalau panggilannya Malay, bisa dideportasi akhirnya, hehe. Ya udah, ga jadi aja ah. Ganti yang lain aja.
*intermeso

Rabu, 11 Oktober 2017

Aaasin



Empat orang anak saling berhadapan. Laki-laki dan perempuan. Empat anak berjaga di garisnya masing-masing. Empat anak lainnya berusaha untuk menerobos tanpa harus tersentuh oleh penjaga. Ini kerja tim, bukan individu. Jadi kemenangan menerobos pertahanan tak dinilai berdasarkan keberhasilan perorangan. Jika tiga anak saja yang berhasil menerobos tapi satu anak tertahan makan permainan tidak dianggap sukses, tidak disebut sebagai pemenang.


Garis dibuat di tanah berpasir. Masih berair bekas hujan semalam. Anak-anak tak memakai sandal, orang tua yang melihat tak melarang mereka bercampur dengan ‘kotoran’. Sesekali mereka bersorak. Sesekali mereka saling memberi semangat. Sesekali mereka tertawa, terjatuh kemudian bangkit kembali. Mereka berlari, mereka tertangkap. Mereka terus mengatur strategi agar bisa menembus garis akhir. Mereka selalu memulainya dengan meneriakkan satu kata.

‘Aaasin!.’

Senin, 09 Oktober 2017

Pesan Moral Sebungkus Sate Ayam



Pampers baby dry, HP titut under 300K, pasta gigi khusus yang sering ngilu, aki motor, wortel 2 Kg, Sosis kiloan, sirup obat batuk untuk anak yang 200ml rasa anggur, grip raket, terakhir powerbank yang murah tapi bagus yang tahan lama yang minimalis bentuknya. Done. Semuanya udah aku belikan. Tinggal pesanan sate ayam aja yang belinya pas nungguin speedboat mau berangkat saja. Jangan lupa, lontongnya dipisah trus jangan terlalu pedas.




Rabu, 02 November 2016

Episode Kematian


Entah wajar atau tidak, banyak yang tak mengenalnya. Ada yang mengenalnya tapi tak tau siapa namanya. Aku tak yakin mereka tak melihat rumahnya, melihat tapi enggan mencari tau siapa penghuninya. Kabar kepergiannnya, berita duka meninggalnya, barulah sebagian mereka mulai mengerti, ternyata mereka punyai tetangga yang terbaring tak berdaya bertahun-tahun lamanya.

Kamis, 29 September 2016

JATUH


Yang aku ingat, ia seorang kepala keluarga yang sukses. Sukses mengumpulkan materi berlimpah. Jika perempuan pun dikategorikan materi, maka itupun ikut berlimpah. Kesuksesannya kini tak tersisa di penghujung akhir usianya.


Ia kini terbaring lemah tak berdaya. Di rumah dinas. Bukan lagi di rumah-rumah pribadinya yang bertingkat dan berjumlah banyak. Ia direbahkan di ruang tamu, berselimut kain panjang. Berteman minyak angin dan balsam. Sebuah ember dari bekas cat air. Dan sebotol air minum di bekas botol air mineral.


Hilang sudah kemewahan
Hilang sudah kegagahan
Hilang sudah pongah
Hilang sudah kesombongan


***

Jumat, 19 Februari 2016

Pulang





Sepuluh tahun yang lalu, tepat berada di depanku tinggal saat itu adalah air terjun setinggi puluhan meter. Debitnya tak terlalu banyak, namun tekstur bebatuan di belakangnya dan juga rindang pepohonan kerdil membuatnya tetap terlihat indah dan megah. Terlebih lagi jika habis hujan semalam, air terjun yang tak dikenal itupun menjadi sahabat setiap pagiku saat menyapu halaman luas ini ataupun mengepel lantai papannya.

Kamis, 17 Desember 2015

Jangan Datang Januari



Aku berdua dengannya. Berdiri tepat di tepi sungai yang tampak tenang membentang. Di seberangnya masih terjaga hutan yang sesekali terlihat anak-anak kera bermain di dahan lalu jatuh tercebur ke air sungai. Kabut tipis masih menutupi sebagian daun meranti dan tengkawang. Sebagiannya lagi menutup telinga manusia yang terbuai kelelahan berpesta pora satu malam.


Photo Pribadi | Lokasi Forestry Tarakan

Rabu, 19 Agustus 2015

Agustusan Citarasa Kalimantan


Ada yang berbeda dari perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini. Masih di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, satu kecamatan yang didiami beberapa desa dengan beberapa suku asli kalimantan yang berbeda juga. Seperti biasa, setiap 17 Agustus warga dan elemen masyarakat setempat ikut serta berbaris menghadap mentari di tengah lapangan sepakbola untuk mengikuti detik-detik proklamasi dibacakan kembali. Yup, meski jauh dari kota kabupaten dan sentuhan modernitas lainnya, semangat nasionalisme selalu dikobarkan di kecamatan yang dialiri Sungai Sekatak ini.

Senin, 13 Juli 2015

7 Alasan Untuk Terios 7 Wonders


Menjejalah bumi kalimantan dengan Terios? Melintasi tiga propinsi?Gretong???
Ini kesempatan yang harus direbut! Harus berjuang keras agar bisa ikut duduk di kursi empuk Terios dan membuktikan ketangguhannya di jalanan Pulau Kalimantan.Mengapa? Ini dia ulasan alasan-alasannya….

Kamis, 06 November 2014

Hampir (Mati) Tenggelam



Speedboat Rute Kota Tarakan - Desa Sekatak


Kota Tarakan adalah kota pulau yang paling ramai di propinsi termuda Kalimantan Utara. Kota ini berada di pulau kecil dan terpisah dari pulau besar borneo. Aku memang berasal dari kota kecil tersebut, namun saat ini aku bekerja di luar Pulau Tarakan, tepatnya di Desa Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Akses menuju Kota Tarakan dari hunianku saat ini adalah via sungai dan laut.

Rabu, 05 November 2014

Bocah Penyusun Sendal



Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang 
(QS.AnNur 24)

***


Suasana Masjid di Camp PT. Intracawood

Beberapa hari terakhir ini sendal-sendal di masjid selalu tersusun rapi setelah jamaah usai menunaikan ibadah shalat fardu berjamaah. Masjid kecil di lingkungan perusahaan tempatku bekerja memang menjadi tempat bertemunya saudara seiman yang ingin melunturkan segala khilaf dan dosa setiap harinya. Masjid ini dibangun secara swadaya oleh karyawan dan bersifat sementara karena lokasi kerja yang berpindah-pindah.



Masjid kecil dengan lantai kayu yang halus ini setidaknya memperpendek jarak kami untuk beribadah. Awalnya ketika masih baru di tempat ini, kami masih beribadah ke masjid kampung yang memang tak jauh dari lokasi kami berada. Hanya saja untuk menjangkau kampung tersebut belum tersedianya akses jalan darat yang baik. Jalan yang ada saat itu berbatu kasar dan melewati sedikit tanjakan. Selain jalan darat akses menuju kampung juga bisa ditempuh dengan perahu melalui Sungai Sekatak. Jadilah aku dan teman-teman lainnya selalu menggunakan perahu saat menunaikan ibadah shalat jumat ke kampung, sementara untuk shalat fardu harian kami menggunakan bilik kecil sebagai ruang khusus beribadah.

Kamis, 27 Maret 2014

Surat Untuk Kalet

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan yang berjudul Namaku Kalet sebagai Pemenang Ke-2 Lomba Penulisan Blog Hutan oleh Greenpeace Indonesia.


Dear Kalet.

Apa kabar di sana? Semoga bumi kalimantan masih hijau dan bertajuk tinggi. Yak, bukan sekadar hijau, seperti tanah Riau, tetapi juga harus memiliki batang pohon yang tinggi, ranting yang lebar serta ragam tanaman yang berbeda. Bumi Riau memang masih hijau, hanya saja Om Nugie jadi kuatir, dimanakah kawanan Owa yang terbiasa bermain di dahan berada, begitu juga dengan Rangkong yang lebih senang berada di pucuk-pucuk tertinggi.

Di satu kesempatan, Om Nugie berbicara banyak dengan Pak Dahlan warga Desa Dosan Kabupaten Siak, Riau. Di tengah hamparan kebun sawit ramah lingkungan yang luas, Pak Dahlan perlihatkan sebuah hutan kecil dimana ada danau di tengahnya. Nama danau ini Naga Sakti, lucu ya… mirip nama tokoh kartun yang biasa Kalet tonton. Nanti kalau Om Nugie sudah sampai di Borneo, akan Om ceritakan kenapa namanya Naga Sakti. Saat ini yang ingin Om katakan, bahwa kita di Borneo harus banyak-banyak bersyukur karena masih bisa melihat keindahan pohon yang tinggi dan banyak di sekitar tinggal kita. Sungguh, apa yang diperlihatkan Pak Dahlan saat itu membuat Om Nugie merasa sangat prihatin dengan kondisi di sana. Bagaimana tidak, hutan kecil dengan danau kecil*) menjadi satu-satunya lokasi ‘penghibur’ diantara bergantinya hutan dengan kebun-kebun sawit yang luas.

Danau Naga Sakti

Sabtu, 15 Februari 2014

Namaku Kalet



Kalet (kiri)
Namaku Kalet. Sekarang aku sudah bersekolah. Kelas 1 di  SD Negeri Tangap - Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Diantara teman-teman di hulu (sebutan nama desaku yang jauh disana), hanya aku dan Tius saja yang bersekolah. Selainnya, belum dibolehkan oleh orangtuanya. Aku dan Tius beruntung, karena Ayah kami bekerja di Perusahaan HPH di hilir (sebutan lokasi perusahaan yang ramai). Di tempat kerja itu, kami diberi rumah tinggal oleh perusahaan yang kegiatannya menebang kayu. Dari mess itu lah, kami bisa bersekolah ke SD yang tak jauh dari mess perusahaan. Sedangkan di hulu, tidak ada sekolah.

Senin, 08 Juli 2013

Keraton Gunung Tabur, Berau

Kalau lagi napsu nulis, maka nulislah selebay-lebaynya. Nah, kalo lagi males, ya, gini, seadanya saja. Kalo ngga diposting, sayang photo-photonya ga ada yang liat, kali aja bermanfaat. Keraton Gunung Tabur, Berau, berada tak jauh dari pusat keramaian, saran saya, jangan berjalan kaki, kenapa? capek soalnya. Udah gitu, jalanan di Berau penuh debu dari kendaraan besar perusahaan batubara yang sering hilir mudik. Jadi, sebaiknya gunakan kendaraan. *halah

Keraton Sambaliung Berau

Sedang berada di Berau, Kalimantan Timur, tentu saja tujuan selanjutnya adalah kepulauan Derawan untuk berwisata bahari. Selain Derawan, pilihan lainnya yang sekarang ini sedang ramai menjadi perbincangan adalah desa pesisir Biduk-Biduk dengan Danau Labuan Cermin-nya yang khas dan memiliki keunikan. Dan, ketika anda masih memiliki waktu luang di kota kabupaten Berau, yaitu Tanjung Redeb, pilihannya anda bisa mengunjungi dua keraton yang berada tak jauh dari pusat keramaian. Saya bersama seorang teman perjalanan, menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau ke-dua objek peninggalan sejarah tersebut, yaitu Keraton Sambaliung dan Keraton Gunung Tabur.

Minggu, 02 Juni 2013

Kuburan Unik khas Desa Bambang - Kalimantan


Anak-Anak Bermain di Desa Bambang
Ketika begitu banyak sahabat-sahabat saya yang memilih tinggal di perkotaan, saya hingga saat ini masih menikmati hidup dari jauhnya gemerlap lampu kota dan juga kebisingan. Bekerja pada areal konsesi kehutanan, membuat saya bisa berinteraksi langsung dengan alam. Mengawali aktivitas rutin dengan berlari pagi dapat memanjakan paru-paru saya untuk menikmati oksigen yang melimpah ruah. Menikmati embun pagi diantara rindang pepohonan dan juga suara gemericik air sungai yang berlomba menuju muara. Sesekali saya membawa peralatan teropong dan juga kamera untuk mengamati tingkah lucu binatang-binatang hutan dari kejauhan. Canda ria satwa Owa hingga mengamati sepasang burung Enggan yang hendak kembali ke sarang. Tak jauh dari hunian saya, adalah sebuah desa tepi hutan, yang memiliki keunikan dalam hal perlakuan terhadap mayat yang disemayamkan. Desa itu, bernama Bambang.

Kamis, 04 April 2013

Upacara Kematian di Desa Tangap - Kalimantan


Lebih dari lima tahun saya tinggal di desa ini. Sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan persaingan memperebutkan materi. Di desa ini, berdiam majemuk suku pedalaman yang tetap mengedepankan toleransi dan juga kebersamaan. Tak ada gedung-gedung tinggi di tempat ini, hanya ada pohon-pohon menjulang tempat lebah membangun sarang. Tak ada wanita bersepatu hak tinggi di sini, hanya ada wanita bertelanjang kaki dan berjalan menunduk serta menggendong anjingnya, tetapi tahukah, sekalipun demikian mereka tak pernah menelanjangi harga dirinya. Tak ada suap dan sekongkol dalam menempuh suatu tujuan disini, yang ada hanyalah sebuah pukulan gong tanda mupakat telah didapat.


Tangap, nama desa itu. Berada dalam Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur. Ada sungai berbatu yang bila hujan datang airnya menjadi keruh. Namun akan menjadi sangat rupawan ketika musim panas tiba, karena airnya menjadi jernih berpadu dengan rimbun pepohonan serta batu-batu sungai yang bertaburan.

Jumat, 12 Oktober 2012

Melacak Jejak Gajah Borneo (?)

Gajah Borneo? Apa? Ada gajah di Borneo?
Ketika aku ketik keyword ‘desa Tau kabupaten Nunukan’ google menampilkan artikel tentang adanya gajah di pulau Kalimantan. Maka semakin bersemangatlah saya memburunya.

Gereja di Desa Tinampak II, Tulin Onsoi, Nunukan

Minggu, 29 Juli 2012

Labuan Cermin, Borneo Timur


Danau?, baru dengar saya kalau ada danau di daerah itu. Ya, saya semakin penasaran tentang cerita danau yang katanya sampai di telinga para petualang yang haus akan destinasi baru yang belum terekspose. Danau Labuan Cermin, danau ini disebut juga danau dua rasa, rasa air tawar dan rasa air asin (saya kira rasa strawberry dan rasa cokelat). Begitulah cerita yang sampai di telinga saya juga. Mungkin terlalu berlebihan, mungkin saja hanya sebuah sungai yang bercampur air asin, mungkin saja sebuah cekungan air payau atau ah, mungkin saja terlalu dibesar-besarkan.