Senin, 05 Desember 2016

Pesan Untuk Secangkir Kopi




2016 segera berlalu. Di tahun ini tak ada agenda mendaki gunung, tepatnya lebih satu setengah tahun. Tapi tahun ini menjadi ‘pendakian’ yang melelahkan sepanjang karirku sebagai seorang pendaki. Mendaki takdir Tuhan yang entah apakah aku mampu meraih puncaknya atau hanya terkapar di lereng hukuman kelemahanku.

Rabu, 23 November 2016

Atas Nama Pengalaman



ATAS NAMA PENGALAMAN

Buku : Atas Nama Pengalaman Beragama dan Berbangssa di Masa Transisi
Penulis : Nurcholis Madjid
Penerbit : Dian Rakyat
Cetakkan Kedua : 2009


Halaman 60 :

Kalau kita telusuri ke belakang, peringatan Maulid pernah menunjukkan kegunaannya yang luar biasa. Maulid itu ‘kan temuan Salahuddin Al Ayubi, orang barat menyebutnya Saladin, nama yang bagi orang barat sangat terkait dengan keperwiraan yang luar biasa-suatu lambang dari akhlak yang sangat tinggi. Ketika dia berhasil kudeta terhadap kekuasaan Fathimiyah lalu diganti dengan kekuasaan Ayubi (Ayubiyah) itu maka dia terpanggil untuk bertanggungjawab atau menangani persoalan penyelesaian Perang Salib. Ketika itu umat islam sedang kalah. Salahuddin berpikir mencari cara untuk membangkitkan semangat tentara Islam, dan ternyata dia mendapatkan inspirasi dari peringatan Natal. Jadi kaum nasrani itu rupanya membangkitkan tentaranya dengan semangat Natal. Kalau ada Natal Isa, pikir Salahuddin, kenapa tidak ada Natal Muhammad. Dan Natal dalam bahasa Arabnya milad atau mawlid yang berarti hari kelahiran. Maka Salahuddin lalu mengambil inisiatif merayakan Maulid Nabi Muhammad dengan berceramah mengenai maghazi (cerita-cerita perang Nabi).


Rabu, 02 November 2016

Episode Kematian


Entah wajar atau tidak, banyak yang tak mengenalnya. Ada yang mengenalnya tapi tak tau siapa namanya. Aku tak yakin mereka tak melihat rumahnya, melihat tapi enggan mencari tau siapa penghuninya. Kabar kepergiannnya, berita duka meninggalnya, barulah sebagian mereka mulai mengerti, ternyata mereka punyai tetangga yang terbaring tak berdaya bertahun-tahun lamanya.

Kamis, 29 September 2016

JATUH


Yang aku ingat, ia seorang kepala keluarga yang sukses. Sukses mengumpulkan materi berlimpah. Jika perempuan pun dikategorikan materi, maka itupun ikut berlimpah. Kesuksesannya kini tak tersisa di penghujung akhir usianya.


Ia kini terbaring lemah tak berdaya. Di rumah dinas. Bukan lagi di rumah-rumah pribadinya yang bertingkat dan berjumlah banyak. Ia direbahkan di ruang tamu, berselimut kain panjang. Berteman minyak angin dan balsam. Sebuah ember dari bekas cat air. Dan sebotol air minum di bekas botol air mineral.


Hilang sudah kemewahan
Hilang sudah kegagahan
Hilang sudah pongah
Hilang sudah kesombongan


***

Jumat, 19 Februari 2016

Pulang





Sepuluh tahun yang lalu, tepat berada di depanku tinggal saat itu adalah air terjun setinggi puluhan meter. Debitnya tak terlalu banyak, namun tekstur bebatuan di belakangnya dan juga rindang pepohonan kerdil membuatnya tetap terlihat indah dan megah. Terlebih lagi jika habis hujan semalam, air terjun yang tak dikenal itupun menjadi sahabat setiap pagiku saat menyapu halaman luas ini ataupun mengepel lantai papannya.

Senin, 15 Februari 2016

Sebiji Dzarrah




Sebiji dzarrah, sepuluh imbalan ataukah tujuh naungan seakan kembali menohok dan menikam mempertanyakan. Sekali lagi, ini bukan tentang seberapa kuat melalap tumpukkan kitab atau tegaknya rakaat, tetapi ini tentang sebuah aksi nyata tanpa tanya yang akan bersaing dengan kebaikan seorang pelacur yang memberikan minum pada seekor anjing yang kehausan lalu mendapatkan syurga.
 





Kamis, 17 Desember 2015

Jangan Datang Januari



Aku berdua dengannya. Berdiri tepat di tepi sungai yang tampak tenang membentang. Di seberangnya masih terjaga hutan yang sesekali terlihat anak-anak kera bermain di dahan lalu jatuh tercebur ke air sungai. Kabut tipis masih menutupi sebagian daun meranti dan tengkawang. Sebagiannya lagi menutup telinga manusia yang terbuai kelelahan berpesta pora satu malam.


Photo Pribadi | Lokasi Forestry Tarakan

Sabtu, 14 November 2015

Kisah Yang Dihentikan


AL-KAHFI III

***

Bismilillahirrahmanirrahim
Jika tidak karena kekhawatiranku
Maka tak akan kuhentikan tulis kagumku




Selasa, 27 Oktober 2015

Kisah Yang Hilang


AL-KAHFI

  Bagian Kedua


Ia menolak untuk bertutur seakan ada hal yang tabu untuk diceritakannya. Seakan ada sesuatu yang sulit dikatakannya. Seakan ada bagian yang dibuang dari keseluruhan ceritanya. Seakan kisah itu adalah aib yang tak pantas dipentaskan.


Photo Dok Pribadi | Lok. Sulawesi Utara


Kamis, 22 Oktober 2015

AL KAHFI



AL-KAHFI

(Bagian Pertama)

 
Photo : Dok Pribadi

Darinya aku tau kalau ia memiliki ayah dengan kebiasaan buruknya.
Berjudi
Bukan judi kecil-kecilan, juga bukan judi karbitan
Judi yang sudah meluluhlantakkan hati dan perasaan
Judi yang sudah memisahkan semua yang harusnya berdekatan
Judi yang memberikan rasa sakit yang belum juga berkesudahan
Judi yang menguras seluruh harta kekayaan

Dibalik itu semua
Judi itulah mungkin yang “membuat” ia menjadi seorang
 Yang para penghuni syurga merindukan
(insyaAllah)


***

Rabu, 21 Oktober 2015

Hap Hap Hap

Pendakian Gunung Slamet (Part 4)

 
Mas Rudy San beraksi sebelum mendaki

Kami tiba di gerbang pendakian, meminggirkan kendaraan di halaman basecamp. Masih pukul tiga dini hari. Kami beristirahat sejenak di dalam gedung basecamp. Bangunan ini seluas lapangan basketball, lantainya berkeramik dan bagian belakang terdapat toilet yang tak terurus. Aku mengambil matras dan sleepingbag. Masing-masing kami mencari tempat beristirahat hingga terdengarlah suara-suara tenggorokan bagaikan sebuah tangga nada yang rusak.

#Rrroookkkk…ngggroookkkk……

My Sleep My Adventure!


***

Minggu, 11 Oktober 2015

ON THE WAY



Pendakian Gunung Slamet (Part 3)

Puncak Slamet dari Desa Bambangan

Actually, bukan ga mau lanjutin kisah terdahulu, cuman seperti biasa mood bisa menjadi ga support begitu. Entah karena kesibukan (halah…), atau memang ngga punya ide. Tapi sebetulnya yang bikin badmood kalo mau lanjutin tulisan itu ya karena minim fasilitas itu tadi. Posisi ane yang di pedaleman dengan BTS EDGE yang kadang hilang kadang kenceng dan terkadang samar-samar kurasakan itu bikin semua draft nulis menjadi tersimpan rapi saja di folder explorer. Contohnya, ada dua tulisan ane nih gan yang mau diikutin blog competition trus ga jadi dipublish gegara ga ada net. Tapi ane biasa aja koq, keep calm and keep writing. #menghiburdiri

Well, jadi sebetulnya mood bisa jadi baik itu karena ada yang memang nungguin kisah kelanjutan dari story ane sebelumnya. Ternyata ada juga yang nungguin cerita ane, dan itu bikin semangat nulis muncul lagi. Dan ane janji akan buatin kisah selanjutnya. Ini ane nulisnya masih di camp tempat ane kerja gan, hari minggu, abis nyuci, abis olahraga pagi juga, dan ditemani secangkir kopi manis semanis wajah ane, kita mulai lah tulisan ini tentang Pendakian Gunung Slamet Bagian 3.


***

Rabu, 19 Agustus 2015

Agustusan Citarasa Kalimantan


Ada yang berbeda dari perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini. Masih di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, satu kecamatan yang didiami beberapa desa dengan beberapa suku asli kalimantan yang berbeda juga. Seperti biasa, setiap 17 Agustus warga dan elemen masyarakat setempat ikut serta berbaris menghadap mentari di tengah lapangan sepakbola untuk mengikuti detik-detik proklamasi dibacakan kembali. Yup, meski jauh dari kota kabupaten dan sentuhan modernitas lainnya, semangat nasionalisme selalu dikobarkan di kecamatan yang dialiri Sungai Sekatak ini.

Senin, 13 Juli 2015

7 Alasan Untuk Terios 7 Wonders


Menjejalah bumi kalimantan dengan Terios? Melintasi tiga propinsi?Gretong???
Ini kesempatan yang harus direbut! Harus berjuang keras agar bisa ikut duduk di kursi empuk Terios dan membuktikan ketangguhannya di jalanan Pulau Kalimantan.Mengapa? Ini dia ulasan alasan-alasannya….

Selasa, 23 Juni 2015

Bersedekap Di Al Irsyad




Pendakian Gunung Slamet (Part II)



Dalam gelap dan dingin kami meninggalkan mobil di halaman gedung basecamp, lalu mendekati gerbang Selamat Datang. Kami penasaran dengan banner yang tertulis di bawahnya.

“MAAF!!!, PENDAKIAN DITUTUP”
#deg


***