“Sehat-sehat di sana bang” chat Dimas dari Papua
“Jaga diri baik-baik mas” tulis Obi dari Jakarta
“Abang juga jaga diri yak” bilang Ucen dari Balikpapan
Ini adalah kalimat-kalimat yang membuat getir membacanya, mendengarnya. Tak ada ikatan keluarga, tetapi pesan yang disampaikan terasa sekali kesungguhannya. Iya, akupun demikian. Semoga kalian bisa jaga diri di sana. Di aktivitas outdoor, di daily routine atau di mana saja. Selalu sertakan Tuhan untuk memulai dan membersamainya. Semoga keberkahan selalu ada di setiap langkah kita.
Finda. Maliya Finda. Aku memanggilnya “mbak Finda”,
selainnya memanggil “Ummi”. Tinggi semampai, tubuhnya terlihat bugar dan ideal.
Tak banyak yang menyangka usianya separuh abad. Pembawaannya sederhana meski
tetap terlihat kemapanan di dirinya. Beliau ceria, bersahaja. Beliau terlihat
tangguh, punya mental yang kuat dan bisa membawa suasana menjadi lebih hangat.
Aku dan Obi mendaki Gunung Latimojong, total empat orang. Di tim lain, ada
rombongan dari berbagai daerah. Dua diantara banyak pendaki itu, ada Ucen dan
Finda. Ucen dari Balikpapan dan Finda dari Surabaya. Kami berbeda tim
sebenarnya, tetapi lebih sering seperjalanan. Ritme aku dan Obi, menjadi
selaras dengan Ucen dan Finda. Seperjalanan, bahkan banyak cerita yang kami
bagi di trip itu. Di saat-saat istirahat, makan siang, kami pun jadi seakan
satu tim pendakian. Kami makan bersama, bercanda bersama.














