Kamis, 19 Oktober 2017

Brugia Malayi



Brugia Malayi

Bpk. Tulus

Brugia Malayi, baru dengar? Iya, sama. Bagus yak, jadi kepikiran nanti kalau anakku yang ke dua lahir, nama ini bisa dijadikan kandidat. Nicknamenya bisa Brug, atau Brugi. Tapi kalau Brug, kayak suara nangka jatuh dari pohon. Ngga bagus. Kalau Brugi, kayaknya susah ejaannya, ujung-ujungnya malah dipanggil rugi. Apalagi kalau panggilannya Malay, bisa dideportasi akhirnya, hehe. Ya udah, ga jadi aja ah. Ganti yang lain aja.
*intermeso

Rabu, 11 Oktober 2017

Aaasin



Empat orang anak saling berhadapan. Laki-laki dan perempuan. Empat anak berjaga di garisnya masing-masing. Empat anak lainnya berusaha untuk menerobos tanpa harus tersentuh oleh penjaga. Ini kerja tim, bukan individu. Jadi kemenangan menerobos pertahanan tak dinilai berdasarkan keberhasilan perorangan. Jika tiga anak saja yang berhasil menerobos tapi satu anak tertahan makan permainan tidak dianggap sukses, tidak disebut sebagai pemenang.


Garis dibuat di tanah berpasir. Masih berair bekas hujan semalam. Anak-anak tak memakai sandal, orang tua yang melihat tak melarang mereka bercampur dengan ‘kotoran’. Sesekali mereka bersorak. Sesekali mereka saling memberi semangat. Sesekali mereka tertawa, terjatuh kemudian bangkit kembali. Mereka berlari, mereka tertangkap. Mereka terus mengatur strategi agar bisa menembus garis akhir. Mereka selalu memulainya dengan meneriakkan satu kata.

‘Aaasin!.’

Senin, 09 Oktober 2017

Pesan Moral Sebungkus Sate Ayam



Pampers baby dry, HP titut under 300K, pasta gigi khusus yang sering ngilu, aki motor, wortel 2 Kg, Sosis kiloan, sirup obat batuk untuk anak yang 200ml rasa anggur, grip raket, terakhir powerbank yang murah tapi bagus yang tahan lama yang minimalis bentuknya. Done. Semuanya udah aku belikan. Tinggal pesanan sate ayam aja yang belinya pas nungguin speedboat mau berangkat saja. Jangan lupa, lontongnya dipisah trus jangan terlalu pedas.




Jumat, 06 Oktober 2017

SESAT



Pendakian Gunung Slamet (Part 6)
 



Di puncak.
Puncak Gunung Slamet.
Apa rasanya?
Strawberry, Green Tea, Vanilla, atau rasa rindu?
Hah. Mulai lagih.

Jumat, 22 September 2017

Bala-bala



Pendakian Gunung Slamet (Part 5)






Janji adalah utang.


Kalimat ini sering aku dengar.  Tapi secara khusus ditujukan ke aku adalah hal yang menohok, menikam dan menghujam. Kalimat itu diucapkan kakak perempuanku untukku karena batal menghadiri pernihakan puterinya beberapa waktu lalu. Sulit menjelaskan alasannya, selain menerima saja kekecewaannya. Di hari yang sama, sahabat dekatku semasa SMA menghembuskan napas terakhirnya setelah insiden lakalantas beberapa jam sebelumnya. Dan akupun tak bisa menghadiri pemakamannya.




Seperti halnya hujan

Akupun basah berurai




Aku buka kembali catatan blogku. Bukan di web, tapi di win explorer. Karena maklum saja, net benar-benar limitted edition di sini. Dan tak ingin terulang lagi bahwa janji adalah utang, maka aku berniat tuntaskan cerita Pendakian Gunung Slamet ini, right now.



Senin, 05 Desember 2016

Pesan Untuk Secangkir Kopi




2016 segera berlalu. Di tahun ini tak ada agenda mendaki gunung, tepatnya lebih satu setengah tahun. Tapi tahun ini menjadi ‘pendakian’ yang melelahkan sepanjang karirku sebagai seorang pendaki. Mendaki takdir Tuhan yang entah apakah aku mampu meraih puncaknya atau hanya terkapar di lereng hukuman kelemahanku.

Rabu, 02 November 2016

Episode Kematian


Entah wajar atau tidak, banyak yang tak mengenalnya. Ada yang mengenalnya tapi tak tau siapa namanya. Aku tak yakin mereka tak melihat rumahnya, melihat tapi enggan mencari tau siapa penghuninya. Kabar kepergiannnya, berita duka meninggalnya, barulah sebagian mereka mulai mengerti, ternyata mereka punyai tetangga yang terbaring tak berdaya bertahun-tahun lamanya.

Kamis, 29 September 2016

JATUH


Yang aku ingat, ia seorang kepala keluarga yang sukses. Sukses mengumpulkan materi berlimpah. Jika perempuan pun dikategorikan materi, maka itupun ikut berlimpah. Kesuksesannya kini tak tersisa di penghujung akhir usianya.


Ia kini terbaring lemah tak berdaya. Di rumah dinas. Bukan lagi di rumah-rumah pribadinya yang bertingkat dan berjumlah banyak. Ia direbahkan di ruang tamu, berselimut kain panjang. Berteman minyak angin dan balsam. Sebuah ember dari bekas cat air. Dan sebotol air minum di bekas botol air mineral.


Hilang sudah kemewahan
Hilang sudah kegagahan
Hilang sudah pongah
Hilang sudah kesombongan


***

Jumat, 19 Februari 2016

Pulang





Sepuluh tahun yang lalu, tepat berada di depanku tinggal saat itu adalah air terjun setinggi puluhan meter. Debitnya tak terlalu banyak, namun tekstur bebatuan di belakangnya dan juga rindang pepohonan kerdil membuatnya tetap terlihat indah dan megah. Terlebih lagi jika habis hujan semalam, air terjun yang tak dikenal itupun menjadi sahabat setiap pagiku saat menyapu halaman luas ini ataupun mengepel lantai papannya.

Senin, 15 Februari 2016

Sebiji Dzarrah




Sebiji dzarrah, sepuluh imbalan ataukah tujuh naungan seakan kembali menohok dan menikam mempertanyakan. Sekali lagi, ini bukan tentang seberapa kuat melalap tumpukkan kitab atau tegaknya rakaat, tetapi ini tentang sebuah aksi nyata tanpa tanya yang akan bersaing dengan kebaikan seorang pelacur yang memberikan minum pada seekor anjing yang kehausan lalu mendapatkan syurga.
 





Kamis, 17 Desember 2015

Jangan Datang Januari



Aku berdua dengannya. Berdiri tepat di tepi sungai yang tampak tenang membentang. Di seberangnya masih terjaga hutan yang sesekali terlihat anak-anak kera bermain di dahan lalu jatuh tercebur ke air sungai. Kabut tipis masih menutupi sebagian daun meranti dan tengkawang. Sebagiannya lagi menutup telinga manusia yang terbuai kelelahan berpesta pora satu malam.


Photo Pribadi | Lokasi Forestry Tarakan

Sabtu, 14 November 2015

Kisah Yang Dihentikan


AL-KAHFI III

***

Bismilillahirrahmanirrahim
Jika tidak karena kekhawatiranku
Maka tak akan kuhentikan tulis kagumku




Selasa, 27 Oktober 2015

Kisah Yang Hilang


AL-KAHFI

  Bagian Kedua


Ia menolak untuk bertutur seakan ada hal yang tabu untuk diceritakannya. Seakan ada sesuatu yang sulit dikatakannya. Seakan ada bagian yang dibuang dari keseluruhan ceritanya. Seakan kisah itu adalah aib yang tak pantas dipentaskan.


Photo Dok Pribadi | Lok. Sulawesi Utara


Kamis, 22 Oktober 2015

AL KAHFI



AL-KAHFI

(Bagian Pertama)

 
Photo : Dok Pribadi

Darinya aku tau kalau ia memiliki ayah dengan kebiasaan buruknya.
Berjudi
Bukan judi kecil-kecilan, juga bukan judi karbitan
Judi yang sudah meluluhlantakkan hati dan perasaan
Judi yang sudah memisahkan semua yang harusnya berdekatan
Judi yang memberikan rasa sakit yang belum juga berkesudahan
Judi yang menguras seluruh harta kekayaan

Dibalik itu semua
Judi itulah mungkin yang “membuat” ia menjadi seorang
 Yang para penghuni syurga merindukan
(insyaAllah)


***

Rabu, 21 Oktober 2015

Hap Hap Hap

Pendakian Gunung Slamet (Part 4)

 
Mas Rudy San beraksi sebelum mendaki

Kami tiba di gerbang pendakian, meminggirkan kendaraan di halaman basecamp. Masih pukul tiga dini hari. Kami beristirahat sejenak di dalam gedung basecamp. Bangunan ini seluas lapangan basketball, lantainya berkeramik dan bagian belakang terdapat toilet yang tak terurus. Aku mengambil matras dan sleepingbag. Masing-masing kami mencari tempat beristirahat hingga terdengarlah suara-suara tenggorokan bagaikan sebuah tangga nada yang rusak.

#Rrroookkkk…ngggroookkkk……

My Sleep My Adventure!


***