Lebih dari
lima tahun saya tinggal di desa ini. Sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk
perkotaan dan persaingan memperebutkan materi. Di desa ini, berdiam majemuk
suku pedalaman yang tetap mengedepankan toleransi dan juga kebersamaan. Tak ada
gedung-gedung tinggi di tempat ini, hanya ada pohon-pohon menjulang tempat
lebah membangun sarang. Tak ada wanita bersepatu hak tinggi di sini, hanya ada
wanita bertelanjang kaki dan berjalan menunduk serta menggendong anjingnya,
tetapi tahukah, sekalipun demikian mereka tak pernah menelanjangi harga
dirinya. Tak ada suap dan sekongkol dalam menempuh suatu tujuan disini, yang
ada hanyalah sebuah pukulan gong tanda mupakat telah didapat.
Tangap, nama
desa itu. Berada dalam Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi
Kalimantan Timur. Ada sungai berbatu yang bila hujan datang airnya menjadi
keruh. Namun akan menjadi sangat rupawan ketika musim panas tiba, karena airnya
menjadi jernih berpadu dengan rimbun pepohonan serta batu-batu sungai yang
bertaburan.