Tampilkan postingan dengan label Iman Rabinata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman Rabinata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2020

Queensland Room

 

diambil dari akun ig _narso

Kesibukan adalah salah satu cara untuk melewati hari-hari dengan sehat. Harusnya!. Jadi selama satu bulan aku di Pare Kediri benar-benar menjadi satu bulan paling produktif. Dibilang lelah memang benar lelah, tapi lelahnya ini nggak bikin stress kepala. Asik saja. Lelah yang dinikmati.

 

Jumat, 25 Mei 2018

Sehari di Cileungsi


Sehari di Cileungsi
-pendakian gunung ceremai bagian 1-



“Mas Iman, ayok ke Binaiya, buka WA ya”. Begitulah SMS yang tertulis di hapeku.
Aku membalas pesan singkat itu dengan singkat, ‘siap mas’. Lalu mengaktifkan kembali aplikasi whatsapp-ku. Butuh sedikit perjuangan untuk mengkonekkan ke jaringan internet, namun tak menjadi masalah. Setelah wasap aktif, barulah pesan dari mas Rudy yang berisi itinerary pendakian aku terima.



Rabu, 02 Mei 2018

Penjahit dan Legian Street


Penjahit dan Legian Street



Penjahit tanpa nama. Mungkin tak terlalu berlebihan aku katakan demikian, karena tidak ada plang nama dan lokasi jasa jahitnya terpisah dari komplek perbelanjaan umumnya. Lebih tepatnya, dari jalan menuju komplek perbelanjaan Gusher, yang searah juga dengan lokasi wisata Hutan Mangrove Tarakan, ada satu jalan sebelah kiri tepat sebelum pintu masuk komplek Gusher, sekitar seratus meter ke dalam. Ada sebuah bangunan yang dindingnya terbuat dari susunan seng, luasnya kutaksir dua kali tiga meter saja. Disitulah penjahit itu berada.

Selasa, 30 Januari 2018

Happy Birthday





“Udah, nurut aja”.
“Ah, ini mau diapain….”.
“Udah, lewat sini teh”.
“Pelan-pelan teh, ngikut aja”.


Perempuan berkerudung putih itu dituntun oleh tiga orang temannya. Bukan karena ia buta, tapi karena kedua matanya ditutup selembar kain. Seperti biasa, suara mereka mendominasi tempat ini. Tempat yang mayoritas penghuninya adalah laki-laki. Tanpa sungkan mereka tertawa lepas. Dengan atau tanpa sengaja memperlihatkan perbuatannya.

Selasa, 31 Oktober 2017

Ikrimah, Awan dan Kulit Kacang



Ikrimah, Awan dan Kulit Kacang


Tak harus menjadi kacang untuk sekadar lupa pada kulitnya. Tak harus juga menjadi musang untuk bisa berbulu domba. Kau memang hitam, tapi bukan kambing. Jadi jangan menyalahkan sesiapa atas apa yang menimpamu, apalagi masalalu.