Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Meminjam Catatan Ilalang

Hanya atas Kasih-Nya
Hanya atas kehendak-Nya
Kita masih bertemu matahari

Kepada rumpun ilalang
Kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba
Meminjam catatannya





Syair-syair lawas Ebit G. Ade, seakan terus mempertanyakan arti perjalanan yang saat itu aku tempuh. Di beberapa kesempatan, dalam sebuah moda perjalanan, tembang-tembang balada tersebut aku jadikan teman setia sambil menyusun rangkai narasi yang nantinya aku tuliskan. Dulu, aku tak terlalu tertarik dengan lagu-lagu penyanyi asal Banjarnegara tersebut, namun belakangan, kata demi kata yang ia nyanyikan, seakan menanti terjemahan yang tak akan pernah ada habis kata mengulasnya.

Kamis, 27 Maret 2014

Surat Untuk Kalet

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan yang berjudul Namaku Kalet sebagai Pemenang Ke-2 Lomba Penulisan Blog Hutan oleh Greenpeace Indonesia.


Dear Kalet.

Apa kabar di sana? Semoga bumi kalimantan masih hijau dan bertajuk tinggi. Yak, bukan sekadar hijau, seperti tanah Riau, tetapi juga harus memiliki batang pohon yang tinggi, ranting yang lebar serta ragam tanaman yang berbeda. Bumi Riau memang masih hijau, hanya saja Om Nugie jadi kuatir, dimanakah kawanan Owa yang terbiasa bermain di dahan berada, begitu juga dengan Rangkong yang lebih senang berada di pucuk-pucuk tertinggi.

Di satu kesempatan, Om Nugie berbicara banyak dengan Pak Dahlan warga Desa Dosan Kabupaten Siak, Riau. Di tengah hamparan kebun sawit ramah lingkungan yang luas, Pak Dahlan perlihatkan sebuah hutan kecil dimana ada danau di tengahnya. Nama danau ini Naga Sakti, lucu ya… mirip nama tokoh kartun yang biasa Kalet tonton. Nanti kalau Om Nugie sudah sampai di Borneo, akan Om ceritakan kenapa namanya Naga Sakti. Saat ini yang ingin Om katakan, bahwa kita di Borneo harus banyak-banyak bersyukur karena masih bisa melihat keindahan pohon yang tinggi dan banyak di sekitar tinggal kita. Sungguh, apa yang diperlihatkan Pak Dahlan saat itu membuat Om Nugie merasa sangat prihatin dengan kondisi di sana. Bagaimana tidak, hutan kecil dengan danau kecil*) menjadi satu-satunya lokasi ‘penghibur’ diantara bergantinya hutan dengan kebun-kebun sawit yang luas.

Danau Naga Sakti

Sabtu, 02 Maret 2013

Ngarai Sianok, patahan bumi di tanah Sumatera

Sepintas mengunjungi lokasi ini tak ada bedanya dengan mengunjungi lokasi biasa. Suasana sejuk, dinding tebing yang tegak, air sungai mengalir, tanaman yang rindang, hingga beberapa petak sawah yang menghijau. Di beberapa titik terdapat warung makan yang menyajikan kuliner khas daerah setempat, apalagi kalau bukan masakan padang.

Ngarai Sianok

Jumat, 01 Maret 2013

Pariangan, Negeri Terindah di Indonesia

Semua peradaban di kaki gunung memiliki tipikal yang sama. Berhawa sejuk dengan pemandangan lereng gunung yang menghijau. Namun ada yang berbeda dengan desa yang satu ini. entah kenapa, berdiri di depan gerbang desa saja sudah terasa kedamaiannya. Kita diberhentikan angkot yang kami tumpangi tepat di depan jalan masuk desa. Sebuah jalan beraspal yang sedikit menanjak. Tak terlihat perkampungan dari situ. Hanya ada bangunan bengkel dan beberapa tukang ojek yang mangkal. Serta sebuah papan petunjuk yang memuat tulisan tentang profil desa yang berada di dalam sana. Saya diam sejenak. Menikmati pemandangan yang terekam di lensa mata. Begitu sejuk, begitu indah, padahal saat itu matahari berada tepat di atas kepala. Saya membaca tulisan di papan petunjuk tersebut, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Kisah ini, mengenal desa terindah Indonesia, aku ceritakan kisahku, yang aku lalui bersama travelmateku yang berasal dari kota Banjarmasin.

Rabu, 27 Februari 2013

Medan, inginku kembali ke sana



Sepertinya jika ingin mengunjungi kota ini anda harus punya koneksi warga asli medan, kalau tidak waktu anda akan tersita oleh jalan raya medan yang bercabang-cabang dengan banyaknya angkot berbeda rute. Puyeng, haha. Musti sesering mungkin nanya-nanya via ponsel atau chatting untuk berkeliling medan. Meski telah membaca beberapa blog sebelumnya tetap saja kesan yang tercipta adalah medan itu ramai, riuh, dengan jalan yang membingungkan.

Tentang orang medan yang katanya keras, saya tak temukan hal itu. Memang sih ada insiden sedikit ketika menumpang taksi saat hendak balik dari hotel menuju bandara polonia medan. Si supir taksi sempat adu mulut di jalan raya saat di perempatan dengan pengendara motor, teriak-teriakan gitu seperti tarzan latihan adzan. Si supir taksi juga melintas di pembatas jalan dan mengambil jalur berlawanan untuk menghindari macet. Dan saya hanya berkata, “keren kali kau bang!”,haha.

Jumat, 01 Februari 2013

Kemegahan Sipiso-Piso di Tepi Danau Toba

Air Terjun Sipiso - Piso - Sumatera Utara

Karena tak memiliki waktu yang tak banyak, sementara danau toba adalah spot yang harus saya kunjungi sebagai danau terbesar di Indonesia, akhirnya saya memilih mengunjungi danau toba dari sisi Air Terjun Sipiso-piso yang berada di kabupaten Karo. Air terjunnya dapat, danau toba pun terlihat.

Senin, 21 Januari 2013

Pantai Legenda Malin Kundang

Pantai ini sebenarnya bertajuk Pantai Air Manis, berada sekitar 15 kilometer dari pusa t kota padang, sumatera barat. Pasir pantai berwarna kecokelatan, meskipun menurut ibu penjaja makanan yang saya temui menjelaskan bahwa tadinya, sekitar tahun 70-an pasir di pantai ini bersih dan berwarna putih, kenapa sekarang berubah cokelat, yah mungkin karena berjemur setiap hari kali ya, jadi cokelat begitu, supaya lebih eksotis mungkin.

Sabtu, 05 Januari 2013

Hotel tempat ane nginap, dirazia...!!

Setiap perjalanan selalu memberikan cerita yang berkesan, ada cerita suka, duka, hingga cerita paling konyol. Masih ingat ketika aku dan ojek yang aku sewa harus tertahan di kejauhan karena jarak 200 meter di depan ada razia kelengkapan kendaraan bermotor. Tak ada jalan lain, tak mungkin kembali ke Mataram, itu rute saya dari Senggigi menuju selatan lombok pantai Kuta. Akhirnya dapat saran dari seorang petani yang menunjukkan jalan lain untuk menghindari razia tersebut. Lewat pematang sawah, lewat kebun-kebun indah, melalui para petani yang sedang memotong padi, memasuki desa-desa yang entah apa namanya. Kita tersesat, kemana arah menuju jalan utama. Si ojek gerah, aku asik-asik saja.

Jumat, 04 Januari 2013

Bukit Tinggi - Sumatera Barat

Jam Gadang - Bukit Tinggi

Dari beberapa literatur yang pernah aku baca, Selain Bali dan Jogjakarta, nama kota Bukit Tinggi selalu bersanding dengan dua nama besar di atas. Bali, okelah, siapa sih yang sangsi akan keunggulannya, Pantainya pasti, pemandangan pegunungan ada, danau, sungai, budaya, kuliner, pokoknya komplit dah. Begitupun dengan Jogjakarta.

Rabu, 02 Januari 2013

Istana Pagaruyung


Istana Pagaruyung - Batu Sangkar, Sumatera Barat

Jika tak memiliki waktu banyak untuk Sumatera Barat, silakan pelajari dengan seksama objek apa saja yang harus anda kunjungi. Sumatera Barat, memiliki ragam lokasi memanjakan mata yang tak akan habis buat anda sambangi, meski setahun ngetripnya *lebay. Ingin laut, pantai, gunung, lembah, ngarai, sungai hingga wisata budaya. Sumatera Barat juga memiliki tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah bangsa Indonesia. Sumatera Barat memiliki banyak legenda yang sayang untuk anda lewatkan untuk mengenal situs-situs peninggalannya. Salah satu wisata budaya yang bisa anda jadikan alternatif berkunjung adalah Istana Pagaruyung.

Selasa, 01 Januari 2013

Pantai Batu Galau

Photo by : Fitra R

Pantai Batu Galau? baru dengar?, haha, ini sih asal-asalan kita saja. Pantai itu sebenarnya dikenal sebagai pantai Padang, pantai yang berada di sisi barat laut kota Padang-Sumatera Barat tersebut kami sambangi setelah aktivitas mendaki gunung Kerinci di Jambi beberapa waktu lalu. Dari Kerinci kendaraan yang kami tumpangi mengantarkan kami ke kediaman mas Aryo yang berdomisili di kota Padang. Kita tiba ketika waktu shalat subuh akan tiba. Shalat berjamah terlebih dahulu, setelah itu menikmati matahari pagi (yang masih malu-malu), dari tepi pantai Padang yang memang tak jauh dari kediamanan mas Aryo.

Senin, 31 Desember 2012

Kopi Talua - Padang

Kopi Talua

Kopi Talua, adalah minuman yang mudah anda temukan saat beranjangsana ke tanah minang, Sumatera Barat. Talua berarti telur. Kopi Talua adalah kopi dengan unsur telur yang dominan. Selain kopi, ada juga Teh Talua yang disajikan. Tetapi saya lebih memilih Kopi Talua ketika menikmati pesisir pantai Padang di pagi hari melengkapi menu sepiring Lontong Sayur. 

Kopi talua adalah kopi 'biasa' dengan suguhan berbeda. Dengan komposisi kuning telur ayam kampung sebagai bahan utama, diseduh dengan air panas membuat kopi ini terasa nikmat, manis dan kental. Bahan lainnya tentu saja dengan menambahkan pemanis gula dan bisa ditambah dengan susu kental cair. 

Kopi Talua bukan sekadar minuman pelepas dahaga, karena unsur yang terkandung di dalamnya merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan pria, membuat kopi ini pantas untuk dicoba. Saya saja setelah mencoba segelas kopi ini, tiba-tiba menjadi kuat dan gagah perkasa. *yuuuuukkk.

ooOoo

Kayu Aro

Kayu Aro di kaki Kerinci
Sebelum anda menguras tenaga untuk mendaki gunung kerinci ataupun gunung tujuh untuk menemukan eksotisnya danau tersembunyi di tengah hutan gunung tujuh, anda sudah disuguhi pemandangan indah perkebunan teh kayu aro. Kayu Aro, adalah perkebunan teh milik PTPN 6 dengan hasil kebun sebagai komoditi ekspor. Kebun teh Kayu Aro adalah salah satu kebun teh terluas di dunia dengan kualitas baik. Kebun teh ini terletak di kaki gunung api tertinggi di Indonesia, gunung kerinci. Buat anda yang tidak menyukai kegiatan outdoor, mendaki gunung, tetapi ingin menikmati panomara kesejukan alam pegunungan, bisa meluangkan waktu sejenak dan menikmati alam pedesaan khas Kayu Aro. Tak perlu kuatir, di desa ini, terdapat penginapan dan juga warung makan yang tetap buka hingga malam tiba.

Meski berada di tanah Sumatera, Jambi tepatnya, Kayu Aro didiami oleh masyarakat keturunan Jawa, jadi tak aneh, jika bahasa sehari-hari di tempat ini menggunakan bahasa jawa. Selain perkebunan teh, di lokasi ini juga bisa anda temukan aneka ladang masyarakat seperti kentang dan kol. Kondisi jalan raya beraspal yang baik, membuat suasana berlibur anda bisa lebih menyenangkan.

ooOoo

Danau Kerinci

Nama Kerinci bukanlah nama yang asing buat saya, sebagai anak pulau yang selalu disinggahi kapal-kapal penumpang berkapasitas penumpang ribuan, nama kerinci tentu sudah melekat, Kapal Motor Kerinci, milik PT.Pelni. Namun kerinci yang akan dibahas kali ini adalah kerinci sebagai nama sebuah danau. Selain danau, kerinci juga merupakan nama gunung yang tak jauh dari danau ini, dan nama kabupaten dimana letak danau ini berada pun berlabel kerinci. 

Danau Kerinci berada di provinsi Jambi, dengan luas wilayah sekitar 5000 meter persegi. Berada di ketinggian 783 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju danau ini bisa melalui kota Padang, Sumatera Barat atau dari kota Jambi. Saya dan keempat sahabat perjalanan kali ini menyempatkan untuk melihat keelokan danau ini dengan menumpang angkutan umum yang bisa dijumpai di kota Sungai Penuh, Kerinci. Danau kerinci, seperti halnya danau lain pada umumnya menawarkan kesejukan dan juga panorama pegunungan di setiap sudutnya. 

ooOoo

Tari Rantak Kudo

Tari Rantak Kudo

Ada yang menarik dalam perjalanan kali ini. Saya bersama empat sahabat lain mendapat kesempatan atau jamuan lebih tepatnya untuk bisa menikmati sajian tradisional tari daerah. Bukan saja sekadar menyaksikan tarian tersebut, tetapi kami diberi kesempatan untuk larut dalam kemeriahan dan suka cita di dalamnya. Oleh Bapak Tarmidji selaku dinas pariwisata pada Festival Danau Kerinci 2012 tersebut, kami diajak untuk bisa bergembira bersama penari-penari daerah di atas panggung yang memang telah disediakan sebagai media pertunjukan. 

Sabtu, 29 Desember 2012

Padat Jamaah di Magat Sari Jambi

Masjid selalu menjadi pilihan bijak buat petualang. Tergantung masing-masing niat sih, ada yang memang sengaja meniatkan diri untuk bersilaturhmi, supaya bisa menambah khasanah wisata religi, ada juga yang menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah untuk beristirahat sejenak. Salah satu masjid yang bisa anda jadikan lokasi berteduh sementara ketika berada di pusat kota Jambi adalah masjid Magar Raya. berada tak jauh dari pusat bersantai Ancol, kita berempat kembali menggendong keril berisi peralatan masak dan pakaian renang (ngga deng,bohong), karena ingin berhemat, maka berjalan kakilah kita. Terlihat persis orang sinting yang berjalan dengan menggendong kulkas di tengah ramai lancarnya kendaraan yang melintas dengan pusat perbelanjaan di setiap sudutnya. 

Es Tebu, Jambi

Es Tebu - Sate Padang

Berada di tepi sungai Batanghari, sungai yang membelah kota Jambi, terdapat lokasi bersantai dengan berbagai jajanan khas daerah. Salah satu menu yang disajikan adalah sate padang dan es tebu. Agak sulit buat kita menemukan kuliner khas kota Jambi, entah karena masih siang sehingga belum semua penjual berdagang di lokasi ini, atau memang hanya ini yang menjadi kuliner khas, sate padang. Masih berada di Jambi, kita lebih memilih menu sate padang daripada harus mengisi makan siang denga menu nasi goreng atau mie kuah. Menikmati siang yang terik dengan berteduh di tepi sungai batanghari adalah pilihan tepat, menyaksikan mobilitas warga kota Jambi, dengan suguhan sate padang dan es tebu, bisa menjadi pilihan bersantai yang tepat. Ditambah, suara-suara penyanyi jalanan menambah 'romantisnya' trip kami kali ini. Sate padang, adalah kuliner dari daging sapi yang direbus, disajikan dengan bumbu sate berpadu dengan tepung beras supaya lebih kental. Sementara es tebu, adalah sari tebu asli ditambah dengan air dan sedikit garam, penyajiannya tentu saja dengan es batu, makyessss. Harga satu porsi sate padang adalah 10 ribu, dan segelas es tebu adalah 5 ribu rupiah.

ooOoo

Taman Tanggo Rajo - Jambi

Rumah Dinas Gubernur Jambi

Ancol bukan hanya milik Jakarta saja, di Jambi pun ada. Tetapi ancol made in Jambi bukan replika ancol ibukota, Ancol Jambi adalah sebutan lain dari Taman Tanggo Rajo, makin penasaran bukan?, Nah, saat browsing wisata tentang kota Jambi, memang tak banyak yang bisa dikunjungi. Memang ada beberapa destinasi menarik, hanya saja jaraknya cukup jauh dari kota, dan akan menyita jika keberadaan di kota Jambi hanya sebatas transit saja. Pilihan utama adalah menuju Taman Tanggo Rajo yang berada di Jalan Thaha kota Jambi. 

Bandara Sultan Thaha - Jambi


Tulisan ini penting sodara-sodara, supaya tak termakan tipu daya (halah). Sebagai sesama pencari informasi tentang harga transportasi, saya memberitakan info penting ini. Bandar Udara Sultan Thaha - Jambi, memiliki halaman Bandara yang imut, dan sangat dekat dengan jalan raya, jadi, tak usahlah bergaya borjuis pake taxi atau jasa travel segala. Saat saya bersama tiga orang gembel lain (baca Rizky Sidoardjo, Anink Jakarta, Faris Banjarmasin), mendarat di tanah Jambi, yang kita rembukan pertama kali adalah transport apa yang akan kita gunakan untuk ke kota atau terminal Jambi. Di ruang menunggu bagasi tentu saja seperti biasa tawaran ramah tentang layanan transportasi datang silih berganti. Harganya bervariasi, tetapi semuanya mahallll, 100 ribuannnn. Menurut mereka, tidak ada transport lain selain taksi bandara atau jasa travel dengan kendaraan minibus sejenis Avanza. Ada juga sih, Bis bandara tetapi jadwalnya tak sering sehingga menyulitkan. Saya? bersegera bertanya pada sesama backpacker yang berada di kota Jambi ini. Ada agan Danan yang selalu aku cerca dengan sejuta tanya, dan akhirnya, kita putuskan menggendong keril-keril super rempong kita melewati tawaran-tawaran supir taksi. Kita terus melangkah keluar, berlagak seperti Julia Perez memasuki perhelatan penghargaan artis film di karpet merah, meski yakin pulang tak membawa piala. Kita terus keluar ruang tunggu bandara, dan bertingkah seperti turis yang sengaja berjalan kaki supaya sehat (padahal hemat), dan pilihan kita tak salah sodara-sodara, kenapa? karena halaman bandara tidak luas, sudah terlihat angkot reyok di depan sana. Kita melambai, dan akhirnya artis-artis tidak populer itu mengejar angkot...menuju terminal kota Jambi. Bayarnya, cuma dua ribu perak. murah kannnnn.