Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2018

KOMANG


 
Komang

Ini salah satu tulisan yang paling lama selesainya. Komang, Senandung Batur adalah dua judul yang sudah aku tuliskan, sudah hampir rampung tapi selalu menemui kebuntuan. Apa aku yang tidak konsen menuliskannya, atau memang kisah ini terlalu picisan. Sampai akhirnya, ini adalah draft ke tiga dengan kisah yang sama.


Komang adalah teman perjalanan saat trip di Bali beberapa tahun silam. Batur adalah danau indah di kawasan Kintamani sebagai latar cerita. Sudah bertahun-tahun lewat, namun kisah ini tak pernah selesai. Bahkan ketika aku kembali ke tanah dewata itu beberapa bulan silam, kisah Komang tetap saja menjadi rahasia yang belum selesai.

Jumat, 25 Mei 2018

Nyang Nyang


Nyang Nyang adalah salah satu pantai di selatan pulau Bali yang masih sepi. Saya kadang aneh saja pulau yang begitu masyhur itu masih saja ada spot yang belum ramai dijamah. Dan sepertinya untuk beberapa waktu ke depan, akan ada lagi beberapa spot baru yang ditemukan. Mungkin bukan ditemukan, tapi lagi ngehits untuk dipublikasikan. Dan kali ini, Nyang Nyang yang menjadi tema tulisan.




Minggu, 20 Mei 2018

Tanah Lot,Mushola dan Coco Dewata



Sahabat, tulisan kali ini berisi review sebuah mushola yang terdapat di pusat perbelanjaan oleh-oleh di kawasan wisata Tanah Lot, Bali. Trip ke Bali, kali itu di tanggal 25 Maret sampai dengan 31 Maret 2018. Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot juga merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam. (Wikipedia)


Rabu, 02 Mei 2018

Penjahit dan Legian Street


Penjahit dan Legian Street



Penjahit tanpa nama. Mungkin tak terlalu berlebihan aku katakan demikian, karena tidak ada plang nama dan lokasi jasa jahitnya terpisah dari komplek perbelanjaan umumnya. Lebih tepatnya, dari jalan menuju komplek perbelanjaan Gusher, yang searah juga dengan lokasi wisata Hutan Mangrove Tarakan, ada satu jalan sebelah kiri tepat sebelum pintu masuk komplek Gusher, sekitar seratus meter ke dalam. Ada sebuah bangunan yang dindingnya terbuat dari susunan seng, luasnya kutaksir dua kali tiga meter saja. Disitulah penjahit itu berada.