Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Terjun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Kemegahan Sipiso-Piso di Tepi Danau Toba

Air Terjun Sipiso - Piso - Sumatera Utara

Karena tak memiliki waktu yang tak banyak, sementara danau toba adalah spot yang harus saya kunjungi sebagai danau terbesar di Indonesia, akhirnya saya memilih mengunjungi danau toba dari sisi Air Terjun Sipiso-piso yang berada di kabupaten Karo. Air terjunnya dapat, danau toba pun terlihat.

Kamis, 10 November 2011

Air Terjun Madakaripura

Madakaripura Waterfall
Sembilan orang petualang yang telah menuntaskan ekspedisinya mencium bau tanah tertinggi Semeru (last post : ‘Kalimat Mahameru’ dan ‘Diary Semeru), dilanjutkan mengejar sunrise di rangkai pegunungan Tengger (last post : ‘The Bromo’), kini mengakhiri rangkaian eksepedisi tersebut team menuju air terjun tertinggi di pulau Jawa, The Madakaripura. Air terjun tertinggi kedua di Indonesia tersebut (setelah Sigura-gura – Sumut), masih dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Siang hari dari homestay di desa Tengger, team Sembilan (ceile…tim 9, macam pansus aja…^_^), segera bergegas merapikan kembali carriers untuk dipindahkan mengikuti jejak langkah kita. Satu unit mini bus menampung kita semua plus carrier-carrier yang segede kulkas. Bersiap menuruni indahnya pegunungan Tengger menuju Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur. Sepanjang jalan tampak indah permai perkebunan di lereng-lereng pegunungan seakan memanjakan siapa saja yang melintasnya. Teringat sejenak syair Kusbini tentang indahnya negeri ini…(kenal Kusbini ngga ???)

Madakaripura
Hari ini adalah hari ke lima ekspedisi kita. Dan setelah mengunjungi air terjun Madakaripura, kegiatan akan berakhir. Lebih cepat satu hari dari skedul yang dibuat. Itu artinya, ada satu hari sebelum kepulangan kita yang non skedul. Sepanjang perjalanan menuju Madakaripura, kita sharing untuk mengisi satu hari yang free. Dari Sembilan orang, tiga diantaranya (mas Obi, Yudhis dan Bang Togi) melanjutkan ke Pulau Sempu, Malang – Jawa Timur. Sementara mas Agus SSP dan mas Rudy Sanjaya, akan kembali ke kota masing masing via terminal Purabaya - Surabaya. Tinggal kita berempat, aku, Jeremy, Anink dan Fara yang harus menghabiskan waktu sebelum tiket pesawat yang udah kita paid untuk hari kamis esoknya. Rembuk sana rembuk sini, akhirnya kita putuskan untuk kembali merepotkan mba Mayos Maia teman ekspedisi Semeru yang berasal dari Sidoarjo. Kita berempat dapat tumpangan rumah di Sidoarjo, kediaman mba Maia, dan akan menghabiskan satu hari di kota Surabaya. Acara untuk esok sudah deal, sekarang focus untuk perjalanan yang sedang dinikmati saat ini, yaitu menuju air terjun setinggi 200m Madakaripura.

Jalan menuju air terjun utama
Tiba di gerbang selamat datang Madakaripura, terlihat sarana wisata telah tersedia dengan baik. Tampak penjaja makanan kecil, toilet dan mushola. Terlihat penjual sandal dan juga ojek payung. Ojek Payung…..?. ya, karena untuk menuju air terjun utama, harus melewati rangkaian air terjun lain yang membuat anda seperti menerobos hujan lokal. Buat anda yang tak ingin berbasah-basah atau kuatir bulu mata anda luntur, anda boleh menyewa payung untuk menuju air terjun utama. Namun jika anda penganut aliran actor film india, yang senang berbasah-basah, disinilah tempatnya. Jarak air terjun utama dari pintu gerbang lokasi wisata tak terlalu jauh, sekitar sepuluh menit anda sudah berada di nuansa sejuk air terjun. Setelah melewati rangkai air terjun ‘pengantar’, anda tiba di air terjun utama dengan pesona tiada tara. Air kolam yang terkurung dari jatuhan air terjun melahirkan gradasi air sungai yang menghijau. Indah sekali. Percikan air terjun Madakaripura, menciptakan hawa sejuk yang membuat anda tak akan betah berlama-lama. Dingin menusuk tulang.


Perjalanan menuju air terjun utama Madakaripura, tak hanya membawa anda menikmati kemegahan air terjun yang tampak gagah. Namun, air yang bening mengaliri sungai yang asri dan berbatu. Buat anda yang sulit menemukan paduan alam dengan kesejukan air alami, maka sungai dari air terjun ini dapat menjadi alternative anda. Membiarkan sejenak kaki-kaki anda yang terbiasa terbungkus sepatu kantoran dapat merasakan refleksi batu-batuan alam yang menyehatkan. Disirami dingin dan jernihnya air sungai, diantara rimbun vegetasi penyeimbang alam. Sungguh, sebuah ekspedisi penutup yang paripurna setelah berlelah-lelah mendaki Semeru dan bergelut debu vulkanik Bromo, kini tersirami kembali oleh kejernihan air sungai yang menyejukkan.

Madakaripura
Kelar menikmati keindahan alam air terjun Madakaripura, team kembali bergegas pulang. Sebelumnya, kita mampir dahulu di pondok-pondok di pinggir sungai untuk menikmati semangkok mie instant dan segelas hangat teh manis. Ekpedisi Sembilan Petualang berakhir, ekspedisi Gunung Semeru, Bromo dan Madakaripura merapatkan hati dari anak Indonesia yang peduli akan indahnya kekayaan alam negeri ini. Kita berpisah di Terminal Probolinggo, tiga orang (mas Obi, Yudhis, bang Togi) melanjutkan tripnya ke Pulau Sempu, sementara selainnya menuju Terminal Bungurasih Surabaya. “Terimakasih mas Obi, Yudhis, bang Togi…… kita berpisah di Terminal Probolinggo, kebersamaan selama di Semeru, Bromo dan Madakaripura mempertegas tak ada alasan negeri ini berpecah belah karena perbedaan suku, paham kepercayaan, gender, strata sosial dan juga usia, team kita telah membuktikannya bukan…. Senang tergabung dalam team ini, eLKaPe Indonesia Adventure.


Masih ada satu hari sebelum saya kembali ke kampung halaman di Kalimantan, jadi masih ada cerita ngetrip bareng selanjutnya. Ditunggu ya……


 

Kamis, 08 September 2011

Air Terjun Rian - Sesayap


Akhir libur lebaran kali ini saya isi dengan berkunjung (kembali) ke lokasi air terjun Rian yang berada di kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT) – Kalimantan Timur. Sebelumnya lokasi ini masih berada di kabupaten Bulungan, namun setelah pemekaran wilayah objek wisata ini telah menjadi asset dan tentunya tanggungjawab pemda KTT. Mengelola sebuah objek wisata memang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah saja, tetapi semua, termasuk saya yang kini ikut mempromosikan objek wisata ini melalui postingan yang saya buat kali ini.

Debit air pada lokasi air terjun Rian tidak terbilang banyak. Namun karena kandungan air yang masih alami dan juga pemandangan di sekeliling air terjun yang merupakan hutan tropis dengan vegetasi yang beragam, setidaknya memberikan point lain untuk tetap mengangkat objek wisata ini ke tingkat yang lebih luas. Salah satu jenis tanaman yang mudah ditemukan di hutan tropis di lokasi air terjun ini adalah pohon Ulin atau Eusideroxylon zwageri adalah vegetasi yang berkualitas tinggi dan dihargai dengan nilai yang tinggi juga.
Jika anda melintas di sepanjang jalan poros trans Kalimantan di sekitar desa Rian, anda bisa melihat air terjun ini dari dalam mobil perjalanan anda. Jarak dari kota kabupaten Malinau menuju lokasi ini adalah sejauh + 45 km atau sekitar satu jam perjalanan dari kota Tidang Pale, ibu kota kabupaten Tana Tidung.

Jarak dari tepi jalan poros untuk menuju lokasi air terjun ini sekitar 2 km, namun telah ada jalan masuk yang tak beraspal cukup untuk memperpendek perjalanan kaki anda jika anda membawa kendaraan. Perjalanan selanjutnya mengharuskan anda berjalan kaki karena jalan yang bisa dilalui kendaraan tidak sampai ke lokasi air terjun ini. Tidak terlalu jauh, hanya cukup menyiapkan sedikit tenaga karena trek pertama yang anda lalui adalah tanjakan dengan tekstur tanah yang licin. Setelah itu silakan menikmati keaslian hutan tropis Kalimantan yang rindang diselingi nyanyian burung-burung dan tawa beruk-beruk liar.

Air terjun Rian hanyalah sebuah tebing curam yang dilalui air gunung. Jadi air yang terlihat tidak terjatuh lepas bebas. Di beberapa bagian air hanya tampak seperti melalui tebing yang landai. Lokasi air terjun ini bertingkat-tingkat. Kebanyakan pengunjung hanya bisa mengunjungi sampai di tingkat dua saja, karena dibutuhkan tenaga yang ekstra untuk bisa mencapai ketingkat diatasnya yaitu hingga tingkat lima dari tujuh tingkat yang terbentuk. Di tingkat atau lokasi ke dua, memang air yang jatuh tidak terlalu tinggi, hanya sekitar dua meter, tetapi di lokasi ini arealnya lebih luas dari semua lokasi air terjun yang lain. Tingkat dua ini adalah lokasi yang dipilih untuk berkumpul. Karena arealnya memungkinkan juga untuk sekedar istirahat dari lelahnya perjalanan sembari menikmati makanan yang telah disiapkan sebelumnya.

Ketika saya mengunjungi lokasi air terjun ini, hanya tampak belasan pengunjung yang berlibur ke lokasi ini. Padahal, hari itu adalah hari libur lebaran yang biasanya dimanfaatkan banyak orang untuk berlibur. Tetapi dapat dimaklumi, karena jarak tempuh ke lokasi ini cukup jauh, ditambah lagi tidak ada sarana transportasi umum, maka lokasi air terjun ini masih sepi dari pengunjung. Semoga, tulisan ini dapat memberikan masukan dan motivasi bagi pemerintah daerah dan juga teman-teman warga masyarakat, dapat terus menjaga kelestarian alam dan mengangat objek wisata daerahnya dengan terus mengunjungi dan merawat objek wisatanya masing-masing. Karena menurut pengalaman saya, beberapa objek wisata terkenal yang banyak pengunjungnya tidak mesti memiliki kekayaan alam atau keindahan alam daerah saja, tetapi harus ditunjang dengan sarana, prasarana hingga promosi ke semua lapisan sosial masyarakat. Mari, bergandeng tangan untuk tetap mengangkat wisata daerah dengan berkunjung ke daerah sendiri. Salam…

Gallery Rian Waterfall
Rian Lokasi Tingkat 6 dan 7
Rian Lokasi 5 dan 6
Rian, Lokasi 4
Rian Lokasi 3
Pose Pohon Ulin

Memahat Nama di Lokasi 2 Rian
Lokasi 1
Syahrini Fans Club Regional Sekatak
Kebersamaan Itu Indah
ooOoo