Sabtu, 26 Maret 2011

Makassar - Sulawesi Selatan

Makassar. Kota yang tengah memaklumatkan dirinya sebagai kota metropolitan di wilayah Indonesia timur, benar-benar terus berbenah membuktikan sesumbarnya. Tidak salah memang, karena kota Makassar terlihat lebih maju daripada beberapa kota di Indonesia timur. Salah satu karya anyar fenomenalnya adalah Trans Studio Theme Park. Sebuah wahana bermain indoor yang juga dilengkapi dengan mall megah di dalamnya.

Menginjakkan kaki pertama di kota ini sudah disambut oleh kemegahan bandara Sultan Hasanuddin, terlihat lapang, kokoh dan angkuh, meski melayani beberapa rute penerbangan ke beberapa daerah, bandara ini tidak terlihat ruwet, terutama di bagian kedatangan penumpang, areal terlihat cukup luas dan bersih (karena baru kali yee…..semoga saja bukan).

Kedatanganku ke kota Makassar langsung menuju kota Parepare dan Toraja (baca tulisan lain di weblog ini) dan rute terakhir adalah kota Andi Marriam Mattalata - Makassar. (secara, aku nggak kenal tuh artis, artis jaman emak deh tuh Andi Marriam Mattalata, tapi namanya masih menjadi ikon kota ini).
@ Monumen Mandala Makassar
Sore, dengan cuaca mendung aku bersama rekan yang setia menemani backpackeranku kali ini tiba di kota yang terkenal dengan perahu pinisinya. Setelah hunting informasi, didapatlah sebuah hotel di tengah kota, dekat dengan Monument Mandala juga tak jauh dari pantai Losari yang fenomenal itu. wuaaahhhh Losari, teringat lagu dangdut milik Elvie Sukaesih tentang pantai ini ck,ck,ck. Bikin penasaran dah tuh pantai, apalagi pemerintah kota Makassar bener-bener giat menjual objek wisata ini dengan menjadikan gambar anjungan pantai sebagai latar dalam sebuah acara berita televisi (di TV One gan, inget nggak, makanya jangan nonton sinetron mulu….wkwkwkwk)


@ Pantai Losari - Makassar

Tanpa banyak cakap, setelah check in di hotel berlantai 5 (lima) ini kita langsung menyerbu pantai Losari dan tradaaaaaa rame bener…. asseekkk! Pantai Losari memang tidak menawarkan pesona pasir putih nan lembut, juga tidak memamerkan gulungan ombak yang beriak, hanya tampak air laut di tepian kota. Pantai ini masyhur karena publikasi pemkot yang gencar, terakhir lokasi pantai ini muncul dalam viklip iklan semen yang dibintangi Tika Pangabean cs. Pantai ini terus terlihat berbenah, disisi lain tampak pembangunan reklamasi pantai untuk mempercantik wajah kota selain guna proteksi abrasi laut tentunya. Aku, menikmati kenyamanan pantai ini bak paket kemasan bersantai dalam suasana metropolitan, di sisi pantai terdapat jalan raya satu arah yang padat bener dan juga gedung-gedung yang belum mencakar langit tampak laksana terali kota Makassar. Anjungan yang bersih dan ramai pengunjung menambah suasana bersahabat meskipun mentari tampak malu-malu menampakkan sinarnya. Mendung seharian, asik sih buat traveling karena nggak terik, tapi buat hasil photo kurang sreg deh langitnya ngga keliat.

 Narsis di Losari.....

Apakah lagi yang ada di pantai ini? yuhuuuu ini dia, jajanan khas Makassar ; Pisang Eppe (bener nggak ya ejaannya…) jajanan dari bahan utama pisang (kalo di kampung ogut namanya pisang sanggar….nggak tahu tuh nama latinnya apa, pisang kepruk kale). Aku sebenarnya bukan penikmat wisata kuliner, jadi meskipun beranjangsana ke beberapa daerah di Indonesia, aku tidak mencicipi hidangan khas daerah masing-masing, selain memang menjaga beberapa asupan untuk menjaga kebugaran saat perjalanan, selebihnya karena lidahku memang kategori lelet dalam beradaptaasi, tapi untuk yang satu ini pisang bakar yang diselimuti gula jawa bertabur parutan keju, rasanya Paknyusssss ( ini diatasnya maknyusss sodara-sodara) cobain deh, (maaf, tidak dianjurkan buat penderita diabetes….wkwkwkwk)

Pisang Eppe' Losari

Kelar meninjau pantai Losari (jiahhhh meninjau, anggota dewan buu….) target berikut adalah Trans Studio Makassar. Sebenarnya teman perjalananku yang asli kabupaten Wajo dan bekerja di kodya Parepare t'rus masih kuliah di Makassar ini memegang prinsipnya untuk tidak berkunjung ke wahana bermain ini sebelum harga masuknya turun, tapi karena sekarang dalam rangka menemani tamu (gue maksudnya) prinsip didelay sementara hahahaha, yuk bersegaralah kita ke Trans Studio……lihat Indie Barends yang ‘dikutuk’ jadi patung….hehehe.

 Trans Studio Theme Park - Makassar

Harga tiket masuk lumayan mahal tapi yah ketimbang bikin sendiri jatuhnya lebih murahlah tapi tempatnya asik koq, banyak lampunya (ndeso!) rame bener, ada komedi puter yang mirip dengan di kampung ogut kalo lagi pasar malam, cuman yang ini lebih gede dan safetynya terjamin. Semua wahana kita cobain hahaha semuanya gan, ternyata……. nggak terlalu histerislah, kita-kita biasa aja, nggak seperti tetangga ogut tuh yang udah seperti kesambet setan miskin waktu naek Dragon’s Tower hahahaha suaranya itu bah udah mirip ibu-ibu kontraksi bayi sungsang ajah hahahahahahahahhaha, beneran koq masih lebih ngeri naek mobil di areal kerja ogut karena lebih asli medannya trus samping kiri kanan jurang yang kalo nyungsep cuman bisa baca yassin doang (alias doa arwah….huhuhu), driver bersertifikat yang ogah injak rem wusssshhhh…… mobil melaju penumpang perbanyak dzikir sampe tujuan hahahaha, Kalimantan gan, kampung ane! Ayo…ke Kalimantan….. kita liat buaya kawin hahay.

@ Panakukkang Mall - Makassar

Kelar di Trans Studio kita lanjutkan untuk liat-liat stand yang ada di mall, masih sepi dah ini mall, masih banyak outlet yang belum difungsikan, meskipun di beberapa stand terdapat hiburan berupa band-band kota. Oya ketemu Dwi Andika dan si lebay Saiful Jamil loh, ayoooo buruan photo dan minta tanda tangan artissss hahahahaha nggak lah gan, biarpun dari pelosok ogut nggak keranjingan koq liat artis, biasa aja!  cakepan gue deh dikit,  kalah nasib ajah!

Kelar dari Trans Studio, lanjut ke Mall Karebosi. Mall bawah tanah yang diatasnya ada lapangan sepak bola…wuih……pokoknya gan….keluar masuk mall deh, terus makan di resto cepat saji yang ada iklannya di tipi (korban iklan euy…) biarin…..weeekkk.

@ Bantimurung - Maros
 Hari ke dua di Makassar, ada beberapa target lokasi sih yang udah aku surfing sebelum ke kota ini, pengen ke Selayar, Pantai Tanjung Bira atau Kebun Teh di Malino, dan pilihan jatuh ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung! Selain lokasi tersebut udah ada catatan kecil koq gan mana-mana aja yang buat ogut penasaran…..ikuti cerita ini terus yah…

@ Bantimurung Waterfall
Bantimurung…….’Buang kemurunganmu di Bantimurung’, itulah salah satu slogan yang ogut pernah baca, seakan menterjemahkan bahwa bantimurung begitu indahnya sehingga kemurungan dapat berganti kecerian…. berlakukah slogan itu buat ogut….? ternyata tidak, ogut tetap aja murung  hahahaha ya lah lha wong musim ujan airnya deres banget, udah mirip banjir bandang aja hahaha, tapi perjalanan ke Bantimurung telah mengganti kemurungan ogut dengan keceriaan. Yah, begitulah keindahan.Keindahan bukan sebuah angka, indah menurut orang, belum tentu buat yang lain, sobat ogut yang slap slip bawa motor ini ogut ajak berhenti sejenak, buat photo-photo di sawah ‘mertua’  hahahahaha sawah nan hijau yang luas banget dan untuk menuju ke sawah ini harus berjuang dengan merangkak saat melewati jembatan berupa 3 (tiga) batang bambu cuma diikat hahahahahaha serasa melewati jembatan shiratalmustaqim dah (macam pernah aja)

Aksi Pengunjung di Bantimurung

Kelar bantimurung, target selanyutnya adalah menengok Universitas yang sering menghiasi layar kaca kategori kerusuhan. Universitas Muslim Indonesia (UMI) penasaran dengan kampus yang satu ini karena sering banget demonstrasi. Dari kampus UMI aku juga mengajak imajinasiku sejenak melihat gedung megah diseberang jalan, Yup itulah Kampus Universitas 45 yang pernah ogut liat saat ‘disilahturahmiin’ ame batu, di Tipi gan, Ane liat! (makanya nonton berita, jangan sinetron mulu wkwkwkwkwk kecuali Puteri Yang Tertukar nggak apa soalnya bagus… hihihihi kira-kira Amirah sama siapa yah nikahnya hahahahaha walah, malah bahas sinetron)
Selain UMI situs yang wajib dikunjungi adalah Masjid Al Markaz…….adem….!

@ Universitas Muslim Indonesia - Makassar

Seharian bakinjulan (jalan2 maksudnya), malemnya kita pengen yang lebih ringan, karena nggak mau terlalu capek, yup ke Mall lagee asseeekkk anak mall getoh lohhhh….
Ngapain aja di mall, kita ke bioskop 21,ini pertama kali aku nonton di bioskop….wuakakakakak nasib-nasib,,,, anak daerah perbatasan…..nggak diperhatiin ama negara….fiuhhh tetapi apapun itu aku tetap cinta Indonesia but not Jakarta. No comment!


@ Sultan Hasanuddin Airport - Makassar

  Keesokkan pagi di Makassar… saatnya berkemas dan menuju Bandara Sultan Hasanuddin. Saatnya berpisah, kenangan indah takkan kulupa…. bersama sahabat petualang yang dengan sabar ngikutin maunya si bawel dari Kalimantan……… sebelum pergi pose dulu…….. tahan napas….. biar perut nggak keliatan maju…….Pret…jepret…jadi dah….mirip Afgan Kannnnn? Wuakakakak….

Good Bye Makassar – Welcome to Lombok Island……


Artikel Terkait
Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. hahahahahhahahaha waduh man bener-bener ya pengen lagi kemakasar banyak yang belum terkunjungi tapi siapa yang mau ngajak aq jalan - jalan ya? hehehehehehehehehhe

    BalasHapus
  2. aduh gag sabr ke sini 23-27 maret besok wkwkkwkw

    BalasHapus
  3. Untuk transport ke taman nasionalnya naik apa gan?
    Disana ada gak penyewaan sepeda motor?

    BalasHapus
  4. Untuk transport ke taman nasionalnya naik apa gan?
    Disana ada gak penyewaan sepeda motor?

    BalasHapus