Senin, 21 Maret 2011

Parepare - Sulawesi Selatan


Bukan ikan pare juga bukan sayur pare……tapi kota Parepare. Jika anda belum mengenal kota ini, ingatlah BJ.Habibie karena beliau lahir di kota kecil ini. Kota pesisir yang tidak asing bagi para pelanggan  kapal PT. Pelni, karena kota ini salah satu kota pelabuhan yang  menjadi pintu gerbang memasuki pulau Sulawesi. Terutama dari daerah pesisir timur Kalimantan dan Indonesia timur lainnya. Kota Parepare adalah sebuah kota kecil yang sedang giat-giatnya bersolek. Telah tampak usaha pemkot setempat mendadani kota ini dengan penataan yang strategis. Kota yang dilengkapi bibir pantai ini berusaha menjadikan kawasan pantai menjadi kawasan kota yang ramah lingkungan. Meskipun pantai di kota pare pare tidak begitu indah dan ‘menjual’ tetapi konsep yang ditawarkan pemkot parepare bisa mencover kekurangan tersebut. Yup……tidak harus indah…tetapi nyaman. Inilah mungkin konsep yang ditawarkan pemkot Parepare dengan support sepenuhnya dari warga Parepare tentunya.

 
Ada beberapa kota di Indonesia memang yang populasinya berawal dari kebudayaan laut, namun tidak semua kota memanfaatkan sumber daya laut tersebut sebagai pilihan wisata. Seperti pantai Losari di kota Makassar, begitu terkenal bukan, tapi sebenarnya pantai ini tidak terlalu indah, hanya saja anjungan yang melengkapi pantai ini menjadikannya sebagai tempat yang nyaman untuk bersantai. Inilah yang mungkin ditiru kota Parepare yang ingin menjadikan wisata kota yang nyaman.

Menemukan kota ini dapat dilalui dengan jalur laut ataupun jalur darat via kota Makassar. Aku menempuh perjalanan sepanjang 155 km dari kota Makassar ke kota ini dengan waktu tempuh sekitar 3 jam lamanya. Sarana transportasi ke kota ini cukup mudah anda dapatkan. Keluar dari airport Sultan Hasanuddin di persimpangan jalan poros sudah terdapat sarana transportasi berupa mobil keluarga sejenis APV ataupun Xenia….tarifnya sungguh mengejutkan. Cuman 35 rebo sampai di halaman rumah, wah…ngga sebanding dengan taxi bandara yang melayani (wajib) keluar areal bandara yang ngga terlalu jauh itu….tapi bayarnya 50 ribu rupiah. Buat backpacker yang berencana ke pulau Sulawesi via Makassar saya saranin menggunakan jasa ojek aja untuk keluar areal Bandara…..deket koq, tapi jangan jalan kaki ya... keliatan banget meditnya!

Perjalanan Makassar – Parepare cukup memanjakan mata, karena sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan hamparan sawah nan luas. Meskipun untuk saat ini perjalanan anda cukup terganggu karena aktivitas perluasaan jalan poros. Tiba di parepare pukul 8 malam, langsung dijemput sobat alias guide alias master gua…hahaha….aku rekomendasikan manusia yang satu ini untuk kalian yang berkunjung ke parepare…..karena orangnya sangat detail menjelaskan alam Sulawesi khususnya parepare. 

Kota Parepare

Hari pertama di Parepare hanya beberapa jam, karena di jam 12 malam, perjalanan kita dilanjutkan ke kabupaten Tana Toraja (baca tulisan lain di blog ini dengan judul : Tana Toraja). Rentang waktu selama menunggu waktu perjalanan  ke Tana Toraja dimanfaatkan mengeksplorasi kota Parepare di malam hari.


Bugar ala Parepare

 
Inilah suasana pagi di kota Parepare, masyarakat di kota ini sudah terlihat sadar akan pentingnya kebugaran untuk menjadi manusia modern yang healthy. Pemkot setempat pun bak gayung bersambut memfasilitasi kota dengan lapangan yang dilengkapi dengan jogging track di tepiannya, tak ketinggalan wahana bermain dengan konsep ketangkasan di sudut lapangan yang diperuntukkan bagi anak anak serta yang cukup membuat ogut betah di lokasi ini adalah puluhan burung dara yang sengaja di biarkan bermain di lapangan ini tentunya dengan dibuatkan bangunan sebagai rumah tinggalnya. Terlihat asri…..
 
Pantai Teluk

Ini adalah pantai Teluk. pantai di kawasan kota Parepare. Pantai ini terasa nyaman karena difasilitasi dengan anjungan yang memudahkan kita menikmati udara laut yang menyegarkan. Warga kota terlihat antusias beraktivitas pagi di lokasi ini. Ada yang mengisi pagi dengan senam bareng, ada yang sekedar tebar pesona, ada yang berenang, ada yang belum mandi tentunya….wkwkwk ya lah…kan masih pagi…hehe. Aku memilih mencari sarapan di lokasi ini, ramai dan banyak pilihan. Lokasi ini sungguh strategis, hanya saja masih terlihat dengan mudah sampah sampah plastik dimana-mana….sunguh tidak kontras dengan tugu Adipura yang dipajang di tepi pantai. Ayo dong……warga Parepare…..kota ini sudah ditata dengan rapi, tinggal kesadaran warga neh untuk menjaga kebersihan kota. 

@ Pantai Bibir

Sama dengan pantai Teluk, pantai inipun menawarkan pilihan bersantai keluarga. Pantai disini tidak menarik hasrat anda untuk mencicipi air lautnya, karena memang air lautnya tidak terlihat jernih dan juga bibir pantai yang sempit dengan pasir berwarna kehitaman. namun dengan berbagai fasilitas di pinggir pantai menjadikan pantai ini terasa nyaman untuk bersantai.

Monumen Korban 40.000 Jiwa

Ini adalah Monumen korban 40.000 jiwa........baru dengar..???? sama...ogut juga...hahaha...duh ini ada dikurikulum sejarah nggak ya..? koq baru denger atau memang waktu dijelasin 0gut ngga masuk kelas yah. Setelah melihat monumen ini, baru dah googling nyambangi mas wikipedia buat bantu jelasin....dan ternyata sejarahnya begini toh.......ya...ya...ogut ngerti dah sekarang (...apa coba...?!) hahaha 

Dange....panganan khas sulawesi
 
Selain pantai, ada beberapa lokasi wisata yang bisa dijadikan alternative bila anda sedang berkunjung ke kota ini, hanya saja karena ogut tidak memplotkan waktu yang banyak….akhirnya aku tinggalkan kota yang kukenal sebagai kota Pelabuhan ini.
 
Selamat tinggal Parepare….......Makassar aku datang……!!!

Dedikasi kepada sahabat terbaik : Idham Jufri (Parepare)
Artikel Terkait
Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. akasih atas rekomendasinya ya maan, q ada bakat jd guide lokal ya?hehe...

    membaca tulisan kamu sulit spercaya kalu kmu bru pertama kali menginjakkan kaki d Sulawesi, begitu detail dan sangat transparan...

    oia, q tambahkan ya, bahwa Kota Parepare termasuk Kota Prural dn lumayan bebas, mgkn karena letaknya yg dtengah2 dan daerah Pantai, memungkinkan banyak pendatang dr berbagai arah, penduduk Kota parepare sangat beragam terdiri dr pendatang, yang paling dominan dari Kab. Enrekang, Sidrap dan Barru, selebihnya beberapa komunitas Org Jawa, Toraja, dll..kecuali dbeberapa titik yg dlunya adalah bekas kerajaan kecil, namanya Bacukiki...

    oia, tentang Kota Adipura dengan sampah yg banyak, yg plg berperan dalam menyumbang sampah adlh pengunjung Kapal yg transit dn jg sebagian sampah kiriman dr tanjung Lero daerah Kab. Pinrang, dan itu lah yg jd masalah besar buat Pemkot.

    BalasHapus
  2. oia, q tambahkan ya, qlo berkunjung k Kota Parepare, anda bisa berwisata kuliner, restoran dan Rumah makan tdk susah ditemui d Kota ini, untuk ole-ole anda bsa membawa pulang Roti Mantaw, yg konon terkenal sampai Malaysia, ada juga makanan2 khas Malaysia

    qlo mw yang suasana Desa q rekomendasikan d warung Dipo, Jl. Mangga, fastfood ada KFC, Es Teler 77, Mie Titi dsb...

    BalasHapus
  3. siiip....!
    jadi complete dah....tengQ-tengQ.....

    BalasHapus
  4. Kunjungan balik om,, makasi ya udah berkunjung. Berhubung baru sempat buka malam, hari ini ingin menyapa dulu yaa.. besok2 ta' baca cerita2nya yang sepertinya seru punya..

    BalasHapus
  5. hehhehe .. nyampai gag yaa kalau ke sanaaaa

    BalasHapus
  6. KISAH NYATA..............
    Ass.Saya ir Sutrisno.Dari Kota Jaya Pura Ingin Berbagi Cerita
    dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
    saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
    saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
    internet dan menemukan nomor Ki Kanjeng saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya di kasih solusi,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari Ki Kanjeng alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
    sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Ki,mau seperti saya silahkan hub Ki
    Kanjeng di nmr 085320279333 Kiyai Kanjeng,ini nyata demi Allah kalau saya tidak bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.

    KEMARIN SAYA TEMUKAN TULISAN DIBAWAH INI SYA COBA HUBUNGI TERNYATA BETUL,
    BELIAU SUDAH MEMBUKTIKAN KESAYA !!!

    ((((((((((((DANA GHAIB)))))))))))))))))

    Pesugihan Instant 10 MILYAR
    Mulai bulan ini (juli 2015) Kami dari padepokan mengadakan program pesugihan Instant tanpa tumbal, serta tanpa resiko. Program ini kami khususkan bagi para pasien yang membutuhan modal usaha yang cukup besar, Hutang yang menumpuk (diatas 1 Milyar), Adapun ketentuan mengikuti program ini adalah sebagai berikut :

    Mempunyai Hutang diatas 1 Milyar
    Ingin membuka usaha dengan Modal diatas 1 Milyar
    dll

    Syarat :

    Usia Minimal 21 Tahun
    Berani Ritual (apabila tidak berani, maka bisa diwakilkan kami dan tim)
    Belum pernah melakukan perjanjian pesugihan ditempat lain
    Suci lahir dan batin (wanita tidak boleh mengikuti program ini pada saat datang bulan)
    Harus memiliki Kamar Kosong di rumah anda

    Proses :

    Proses ritual selama 2 hari 2 malam di dalam gua
    Harus siap mental lahir dan batin
    Sanggup Puasa 2 hari 2 malam ( ngebleng)
    Pada malam hari tidak boleh tidur

    Biaya ritual Sebesar 10 Juta dengan rincian sebagai berikut :

    Pengganti tumbal Kambing kendit : 5jt
    Ayam cemani : 2jt
    Minyak Songolangit : 2jt
    bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dll Sebesar : 1jt

    Prosedur Daftar Ritual ini :

    Kirim Foto anda
    Kirim Data sesuai KTP

    Format : Nama, Alamat, Umur, Nama ibu Kandung, Weton (Hari Lahir), PESUGIHAN 10 MILYAR

    Kirim ke nomor ini : 085320279333
    SMS Anda akan Kami balas secepatnya

    Maaf Program ini TERBATAS .

    BalasHapus
  7. Om, saya mau tanya.
    Saya ada rencana mau ke makassar dari balikpapan naik kapal laut, saya liat rutenya kapal akan transit ke parepare. Karena saya gak mau buang waktu, apakah efiesien kalau saya lanjut perjalanan ke makassar via darat dari parepare?
    Tujuan utama saya sih makassar, nanti balik ke balikpapannya via udara.

    BalasHapus