Senin, 03 Juni 2013

Savanna Gunung Rinjani

Savanna Rinjani

Pendakian gunung yang berada di pulau Lombok ini berlangsung akhir bulan April 2013 lalu. Berhubung di pendakian tersebut benda setiaku si Cammy, camera saku merk sony-ku hilang entah dimana, alhasil pendakian kemarin minim dokumentasi. Ditambah lagi, pendakian ini hanya dilakukan bertiga saja, jadi photo-photo narsis lalu belum semuanya terupload di sosial media. Faris, teman pendaki asal Banjarmasin, mengirimkan files hasil jepretan selama pendakian tersebut. Tentu saja, setelah membuka photo-photo pendakian membuat saya kembali merindukan saat berada di jalur-jalur pendakian itu. 




Istirahat Sejenak
Tulisan tentang pendakian ini sebenarnya telah saya buat di bulan lalu (berminat baca, klik di sini ). Tetapi, keindahan setiap detail alam yang saya lihat membuatku ingin terus berbagi. Rasanya sayang sekali jika photo-photo ini tidak aku dokumentasikan di blog yang suatu saat akan menjadi kenangan di masa yang akan datang. Edisi ini saya mempublishkan satu bagian saja dulu dari berbagai lokasi saat pendakian ke gunung Rinjani. Adalah Savanna Gunung Rinjani yang begitu luas dan terhampar indah. Tentang definisi indah, memang berpulang kepada masing-masing person, indah menurut saya, mungkin tidak menurut orang lain, dan itu sah-sah saja. Tetapi biarlah saya sendiri yang mendefinisikan keindahan itu sesuai dengan apa yang pernah saya alami. Dan salah satu contoh keindahan itu adalah ketika berada di Savanna Gunung Rinjani ini.

Ada dua jalur yang bisa dilalui menuju puncak gunung Rinjani. Bisa melalui jalur desa Senaru dan juga bisa dari desa Sembalun Lawang. Nah, jika ingin menemui hamparan luas savanna ini, maka jalur yang dipilih adalah jalur Sembalun Lawang.

Kiri : Faris, Iman, Edgar
Mendaki gunung Rinjani, adalah satu dari beberapa keinginan para pecinta alam ketinggian. Tak hanya pendaki lokal, malahan pendakian ini sesungguhnya lebih mudah menemukan pendaki dari negara-negara lain. Menurut saya, pendakian gunung rinjani, sungguh mengasikan. Karena kondisi alamnya yang sudah tidak ditumbuhi oleh pohon-pohon dengan kerapatan yang dekat, membuat mata akan terbebas memandang ke segala arah. Savanna ini salah satunya, mendaki dari pagi jam delapan, hingga istirahat makan siang di pos 3, pemandangan masih didominasi oleh hamparan hijau tanpa penghalang. Begitupun ketika mulai memasuki jalur penderitaan menuju Plawangan Sembalun. Vegetasi yang ada memang lebih banyak, tetapi tidak terlalu rapat. Jadi meskipun jalurnya menanjak menguras tenaga, tetapi ketika kau diam sejenak lalu melepaskan pandangmu, terlihatlah hamparan keindahan alam yang luas seluas jarak retina menggapainya.

Ah, Rinjani...sungguh indah alammu.



ooOoo

Photo : Faris Yahya
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar